oleh

Ketua GJL Riyanto, Apresiasi Mabes Polri Ungkap Dugaan Korupsi Mantan Pimpinan Bank Jateng Cabang Jakarta

INILAHONLINE.COM, SEMARANG — Terungkapnya pelaku dugaan kasus korupsi yang dilakukan BM mantan kepala cabang Bank Jateng Cabang Jakarta mendapat apresiasi Ketua Gerakan Jalan lurus (GJL) Riyanto, SH. Mantan kepala Cabang BM kini berhasil ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi senilai Rp 229 miliar terhadap tiga debitur yang tidak sesuai dengan peruntukkannya

Menurutnya, Tim tindak pidana Ekonomi Mabes Polri harus bisa mengusut sampai tuntas terhadap siapa saja yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi itu.

“Dengan mudahnya dan lolosnya debitur mendapat pinjaman tersebut, kalau tidak melibatkan manajemen dari orang dalam sangat tidak mungkin. Oleh karena itu, minta Mabes Polri untuk mengusut siapa saja yang terlibat didalamnya,” katanya ketika di mintai tanggapannya di Semarang, Senin (28/6/2021).

Namun demikian, menurutnya, kecepatan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus dugaan korupsi sangat kami apresiasi.

“Dengan terungkapnya dugaan pelaku korupsi semoga mereka yang ikut didalamnya bisa terungkap secara jelas. Kami berharap kepada pihak kepolisian bisa mengusut sampai tuntas,”ujarnya.

Sebagaimana diketahui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menetapkan BM, mantan pimpinan Bank Jawa Tengah (Jateng) Cabang Jakarta, sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, di Jakarta, Senin, mengatakan BM dengan wewenangnya menyetujui tiga kredit yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dan membiarkan dana kredit proyek tersebut digunakan tidak sesuai peruntukannya.

“Dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian kredit proyek di Bank Jateng Cabang Jakarta ini dilakukan tersangka BM tahun anggaran 2017-2019,” kata Kombes Ahmad Ramadhan.

Kombes Ramadhan menyebutkan, BM memberikan kredit tidak sesuai aturan kepada tiga debitur, yakni PT GI, PT MDSI, dan PT SI.

Akibat perbuatan BM, kata Ramadhan, negara dirugikan sebesar Rp229 miliar dan jumlah tersebut kemungkinan bertambah seiring penyidikan yang dilakukan.

Penyelidikan dan penyidikan atas perkara ini telah bergulir sejak Polri menerima Laporan Polisi Nomor LP/0093/II/2021 Tipidkor tanggal 11 Februari 2021.

Selain dugaan pidana korupsi, kata dia, penyidik tengah menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan tersangka.

“Penyidikan Dittipideksus Bareskrim Polri juga melakukan penyidikan adanya dugaan tindak pidana pencucian uang dengan barang bukti berupa dua bidang tanah di Ngablak, Magelang (Jateng), dan Gunung Tumpeng di Sukabumi (Jabar), serta tujuh rekening Bank Jateng,” katanya.

Setelah ini, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan beberapa saksi.

“Penyidik juga melakukan koordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk dilakukan berkas perkara tahap satu,” kata Kombes Ramadhan.(Sup)

Komentar