oleh

Ketua Lipkor : Dirut PT PITS Harus Diganti, Karena Diduga Melanggar Permendagri

INILAHONLINE.COM, TANGERANG SELATAN (BANTEN) – Direktur Utama (Dirut) PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT. PITS) harus diganti. Pasalnya, pengangkatan Dirut PT. PITS diduga melanggar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 37 Tahun 2018. Demikian dikatakan aktifis anti korupsi dari Lembaga Independen Pemantau Pelaku Korupsi (Lipkor), Heriyanto, Senin (6/9/2021)

“Selain bertentangan dengan Pemendagri Nomor 37 Tahun 2018 mengenai tentang pengangkatan dan pemberhentian anggota dewan pengawas atau komisaris dan anggota direksi BUMD, juga bertentangan dengan Permendagri Nomor 2 Tahun 2007 tentang organ dan kepgawaian perusahaan derah air minum,” ujarnya.

Menurutnya, perihal seleksi rekruitmen direksi PT. PITS tersebut, bahwa urgensi seleksi sebagian direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tangsel itu bukanlah sebuah solusi terkait minimnya hasil usaha perusahan tersebut.

“Akan tetapi sebelum seleksi itu dilakukan, Pemkot harus terlebih dahulu mengganti Direktur Utama (Dirut) PT. PITS, yang sekarang tengah dijabat Dudung E Direja, sehingga posisi Dudung bertentangan dengan dua Pemendagri tersebut,” ujarnya

Lebih lanjut Ketua Lipkor menjelaskan, di dua peraturan tersebut jelas mengatakan untuk dapat diangkat sebagai anggota direksi yang bersangkutan harus memenuhi syarat, diantaranya berusia paling rendah 35 tahun dan paling tinggi 55 tahun pada saat dia mendaftar,” jelasnya, dikawasan Ciater.

“Kami mempertanyakan keseriusan Pemkot Tangsel dalam mengelola perusahaan daerah, yang notabene modalnya dari pajak rakyat Tangsel,” tandasnya.

Masih kata Heriyanto, saat ini malah ada perekrutan sejumlah direksi baru, alasannya karena kekosongan jabatan. Selian itu, Ketua Lipkor juga menanyakan, apakah ada jaminan nanti yang lolos dan menjabat dijajaran direksi akan bisa berbuat banyak? Karena penunjukan Dirutnya saja sudah melanggar peraturan

“Sudahlah kita nggak usah ribut-ribut jabatan, itu perusahaan sudah ngasih untung belum? Sudah ada kontribusi terhadap pendapatan daerah belum?,” imbuhnya. (Piya Hadi)

Komentar