oleh

Pandemi Covid – 19 Membuat Nafas Pariwisata Berhenti

INILAHONLINE.COM, MAGELANG — Pandemi Covid – 19 telah membawa pariwisata sebagai sektor yang paling terdampak. Terhentinya hampir seluruh aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif, mengakibatkan para pelaku usaha pariwisata untuk sementara waktu tidak beroperasi.

“Dampaknya, terjadi peningkatan angka pengangguran,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, S Achmad Husein, pada Pelatihan Tata Kelola Bisnis dan Pemesaran Destinasi Pariwisata Kabupaten Magelang, di Grand Artos Magelang, Selasa (7/9-2021).

Meningkatnya angka pengangguran, baik langsung maupun tidak langsung, maka perlu langkah strategi kepariwisataan untuk dikembangkan, agar mampu mendorong kegiatan ekonomi dan meningkatnya citra pariwisata, sehingga mampu untuk kesejahteraan masyarakat lokal, khususnya masyarakat di destinasi pariwisata, dan perluasan kesempatan kerja.

Menurut Achmad Husein, untuk memberikan perluasan kesempatan kerja, diperlukan program pelatihan dengan sasaran pelaku wisata untuk meningkatkan kapasitas, atau kompetensinya dalam mengelola usaha pariwisata di wilayah Kabupaten Magelang. “Pelatihan bagi pelaku wisata sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi wisata,” ujarnya.

Bupati Kabupaten Magelang, Zaenal Arifin, dalam sambutan dibacakan Sekda Adi Waryanto menyatakan, kualitas sumber daya manusia pariwisata dalam mengelola usaha wisata di Kabupaten Magelang, bertujuan untuk mendukung Program Destinasi Super Prioritas Borobudur, utamanya menuju tatanan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Persaingan di pasar wisata, semakin ketat sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam pengembangna pariwisata strategis daerah, dimana salah satu strategi untuk mengembangkan usaha pariwisata adalah dengan manajemen pengelolaan pariwisata yang baik. Seperti dalam mengelola daya tarik desa wisata, homestay, pekerja restoran, pemandu wisata dan pengelola transportasi wisata.

“Dengan demikian, pengelolaan pariwisata yang baik akan mampu memberikan dampak positig terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, karena pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan yang berkontribusi dalam memberikan pendapatan daerah.

Namun adanya pandemi Covid 19 secara global, perekonomian masyarakat sektor pariwisata menjadi terpuruk. Untuk itu pelaku usaha pariwisata dituntut untuk lebih kreatif dan mengoptimalkan pemasaran, seperti salah satunya dengan pemasaran secara online atau melalui digital marketing,” terangnya.

Kabupaten Magelang memiliki Daya Tarik Wisata sebanyak 230 yang terdiri dari Daya Tarik Wisata Alam Budaya dan Buatan. Sebanyak 34 Desa Wisata yang ada di Kabupaten Magelang telah memiliki SK Bupati dari 57 Desa Wisata yang ada di Kabupaten Magelang.

“Melalui pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan SDM Pariwisata yang kreatif, inovatif, profesional dan memahami era globalisasi dalam dunia kepariwisataan serta mampu mengaktualisasikan unsur-unsur Sapta Pesona dengan baik,” harapnya.

Agar standar operasional prosedur (SOP) untuk kebersihan, kesehatan, keselamatan dan keselestarian lingkungan, baik kepada karyawan, pemandu wisata lokal maupun nasional, pengunjung, masyarakat sekitar dan pihak lain yang beraktivitas di Daya Tarik Wisata. Dan memasang himbauan tertulis prokes, serta sarana dan prasarananya, terkait penerapan protokol kesehatan di tempat wisata.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 80 orang peserta yang merupakan pengelola Daya Tarik Wisata dan pengelola Homestay se Kabupaten Magelang, selama tiga hari.

Salah satu peserta pelatihan, Riyadi yang merupakan pengelola Homestay di Kujon Borobudur, mengaku pelatihan tersebut dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru terkait dengan pengelolaan Homestay khususnya di masa pandemi Covid 19 ini.

“Intinya saya selaku pengelola Homestay berharap agar tetap bisa bertahan dan memberikan terbaik dalam melayani wisatawan yang berkunjung di kawasan Borobudur. Salah satunya dengan menimba ilmu dalam pelatihan ini,” tutur Riyadi.(ali subchi)

Komentar