Ketum PWI Kecam Keras Kasus Pengeroyokan Terhadap Wartawan Anggota PWI Kabupaten Bogor

Tak Berkategori360 Dilihat
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Hendry Ch Bangun

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry Ch Bangun mengecam keras atas peristiwa aksi pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami seorang wartawan anggota PWI Kabupaten Bogor di tempat kejadian peristiiwa (TKP) tidak jauh dari kantor Sekretariat  PWI Kabupaten Bogor, di Gedung Graha Wartawan, Cibinong.

Insiden pengeroyokan dan cara-cara pengecut terhadap korban yang tak lain adalah anggota PWI Kabupaten Bogor bernama Zarkasi wartawan ziber24jam.com tersebut terjadi pada Jumat, 11 Oktober 2024. Pasalnya, para pelaku yang jumlahnya lebih dari satu orang itu usai melakukan pengeroyokan dan penganiayaan kabur melarikan diri

 “Saya sangat prihatin dan mengecam keras tindakan seperti ini, penganiayaan terhadap wartawan ini tidak bisa ditoleransi. Saya meminta Kapolres harus turun tangan segera memerintahkan jajarannya untuk mengungkap kasus kekerasan terhadap wartawan ini dan membawa pelakunya ke meja hijau. Untuk itu, kami dari PWI Pusat juga telah meminta LKBH PWI Pusat untuk mendampingi korban dalam proses hukum,” tegas Hendry.

Menurut sejumnlah saksi mata, pelaku Penganiayaan tersebut melibatkan lima orang dengan cara melakukan tindakan kekerasan terhadap anggota PWI Kabupaten Bogor . Kejadian bermula ketika korban tengah mengendarai mobil dari arah lampu merah PDAM Kabupaten Bogor menuju Kantor PWI. Namun di tengah perjalanan, tiba-tiba dua motor memepet mobilnya dari sisi kanan dan kiri.

Zarkasi menceritakan, saat dirinya hendak belok kiri ke Kantor PWI, saya sudah menyalakan lampu sign kiri. Namun, tiba-tiba dua pengendara motor muncul. Satu motor berada di sisi kanan dan satu lagi di kiri. Pengendara di sisi kiri terjatuh, dan pengendara di sisi kanan langsung menghadang mobil saya, memaksa saya untuk mengantarkan pengendara yang jatuh ke dalam mobil.

Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun saat memberikan keterangan pers kepada para awak media pasca kejadian tindak kekerasan terhadap wartawan, di Kabupaten Bogor

Korban yang khawatir terhadap keselamatannya karena dalam posisi seorang diri mencoba mencari perlindungan ke rekan-rekanya yang sedang ada di  Kantor PWI. Namun, lima orang yang memaksa Zarkasi masuk ke dalam mobil kemudian masuk ke halaman Kantor PWI setalah melakukan pengeroyokan dan penganiayaan berat terhadapnya.

 “Setelah saya diserang dan dianiaya, mereka menarik saya dan memaksa masuk ke mobil. Saya menolak karena khawatir akan keselamatan diri saya. Sebelumnya, saya juga sudah menerima ancaman. Saya kemudian lari ke Kantor Polres Bogor untuk membuat laporan, dibantu oleh salah satu pengendara yang kebetulan melintas,” ungkap Zarkasi.

Hal senada juga ditegaskan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bogor Raya, Piyarso Hadi, pihaknya selain mengutuk keras atas peristiwa penganiayaan tersebut, dirnya juga mendesak kepada aparat kepolisian Polres Bogor segera berhasil memburu dan menangkap pelakuknya. Karena peristiwa ini merupakan tindak pidana kekarasan yang menimpa PWI kabupaten Bogor dalam sebulan terakhir ini.

“Peristiwa yang menimpa anggota PWI kabupaten Bogor ini  merupakan kali kedua setelah sebelumnya kantor PWI dilempar oleh orang tak dikenal, sehingga menyebabkan kerusakan kaca gedung pecah. Ini tindakan biadab dengan cara-cara pengecut. Sya mngingatkan kepada rekan-rekan anggota PWI untuk tetap waspada dan kompak, karena kebersamaan adalah kekuatan kita dari berbagai ancaman,” ujar wartawan senior anggota PWI yang biasa dpanggil Piya Hadi itu.

Pasca peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang menimpa anggota PWI Kabupaten Bogor di Cibinong, sejumlah aparat kepolisian dari Polres Bogor langsung mendatangi TKP

Sementara itu, pihak Polres Bogor dalam menanggapi laporan pengeroyokan disertai penganiayaan ini, langsung bertindak cepat dengan menerjunkan personilnya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain itu, sejumlah petugas dari Polres Bogor langsung datang ke TKP untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti dengan memeriksa foto-foto serta rekaman yang ada.

“Sejumlah personil diturunkan ke Kantor PWI untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus dan memburu para pelakuknya,” ujar Kasat Reskrim Polres Bogor. AKP Teguh Kumara

Kasus ini kini menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian dan PWI Pusat, mengingat insiden kekerasan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan keselamatan profesi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dugaan sementara peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan ini terkait pmberitaan yang ditulis oleh korban. (Kristian Budi Lukito))

banner 521x10

Komentar