oleh

Ketua Timses Calon Ketua PWI Jateng Dipolisikan

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Ketua Tim Sukses (Timses) AM yang maju kembali sebagai calon ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa tengah (PWI Jateng) di Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jateng 2020 dilaporkan ke polisi oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Suara Merdeka Gunawan Permadi (GP) terkait dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE. Demikian dikatakan Kuasa Hukum Gunawan Permadi (GP), Rangkey Margana, SH, MH, Kamis (17/9/2020)

“Kedatangan kami ke Direktorat Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jateng ini untuk mengadukan perbuatan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan SLK yang tak lain adalah ketua tim sukses dari salah satu calon ketua PWI Jateng,” ungkapnya.

Adapun terkait aduan tersebut, lanjut Rangkey, pihaknya langsung mendatangi dan mengadukan kasus dugaan pencemaran nama baik dengan membawa sejumlah alat-alat bukti berseta para saksi di Direskrimsus Polda Jateng. Dan pengaduan tersebut sudah diterima oleh penyidik Direskrimum Polda Jateng. di jalan Sukun Raya, Banyumanik, Semarang

“Dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan SLK terhadap klien kami, dilakukan oleh SLK atas pernyataannya melalui media yang diduga melanggar Undang-Undang ITE. Didalam pemberitaan tersebut, SLK menyebut dengan nama jelas bahwa Gunawan Permadi atau yang akrab dipanggil GP, yang juga Pemimpin Redaksi Suara Merdeka dituduh telah melakukan kecurangan dan pemalsuan berkas atau dokumen dalam pengurusan KTA PWI dan proses pencalonannya sebagai Ketua PWI Jateng.,” jelasnya

Bukti Surat Aduan dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE dari Direskrimsus Polda Jateng

“Aduan kami sudah diterima oleh penyidik dan kami sudah mendapat buktisurat aduan resminya,” salah satu Tim Kuasa Hukum Agus Setyo kepada waratawan usai membuat aduan di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Direskrimsus Polda Jateng, Kamis (17/9/2020)

Selain itu, Agus Setyo juga menjelaskan, bahwa terkait langkah kedepan yang dilakukan pihaknya masih menunggu hasil dari hasil penyelidikan penyidik. Untuk agenda selanjutnya, sangat dimungkinkan penyidik akan memanggil sejumlah saksi termasuk teradu dalam hal ini saudara SLK untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut. Jika dalam jalannya proses penyidikan nanti, tidak menutup kemungkinan penyidik juga akan memanggil beberapa pihak yang diduga turut serta atau yang terlibat.

“Yang jelas pencemaran nama baik yang kami adukan itu melanggar Undang Undang ITE Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 ancamannya pidana kurungannya empat tahun penjara dengan denda Rp 750 juta,” imbuhnya. (Red)

Komentar