oleh

Ketua Timses Calon Ketua PWI Jateng Terancam di Penjara

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Ketua Tim Sukses (Timses) Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah (PWI Jateng) berinsial SLK terancam dipenjara jika tidak segera minta maaf kepada Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Suara Merdeka Semarang Gunawan Permadi (GP), yang dituding telah melakukan kecurangan menjelang Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jateng, 17-19 September mendatang.

“Apabila dalam waktu 1 kali 24 jam saudara SLK tidak ada itikat baik dan tidak segara menyampaikan permohonan maaf melalui media massa, maka kami segera melaporkan saudara SLK ke pihak yang berwajib,” ujar Rangkey Margana, SH, MH, CLA selaku kuasa hukum Gunawan Permadi ketika dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (16/9/2020)

Gunawan Permadi menandatangani sutat kuasa kepada kuasa hukumnya untuk melakukan langkah-langkah hukum

Menurutnya, pihaknya sebelumnya telah melakukan pendekatan hukum secara persuasif dan manusiawi, yakni dengan mendatangi secara baik-baik dan bertatap muka langsung dengan SLK, agar yang bersangkutan segara meminta maaf melalui sejumlah media massa,” ujarnya.

“Kami telah menyiapkan 5 lembar bukti surat dan link berita media online sebagai bukti jejak digital serta sejumlah saksi sebagai syarat untuk melaporkan dan mempidanakan pelaku atas dasar sejumlah pasal tindak pidana, sehingga yang bersangkutan bisa terancam dipenjara,” kata Rangkey Margana.

Lebih lanjut Rangkey Margana yang juga Ketua DPD IKADIN Jateng itu menjelaskan, bahwa SLK diduga melanggar UU ITE Pasal 27 Ayat 3 dan sejumlah Pasal KUHP lainnya dengan beberapa tuduhan terhadap Gunawan Permadi, antara lain dituduh telah melakukan kecurangan dan pemalsuan dokumen, sehingga klien-nya merasa telah difitnah dan dicemarkan nama baiknya melalui media sosial atau media massa.

“Perlu diketahui, UU ITE ini mengandung ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara dengan denda Rp 750 juta. Jika nanti kita melangkah, itu sanksi yang akan kita terapkan kepada saudara Solikun,” jelasnya

Dalam kasus ini, lanjut Rangkey, bisa didalami apakah pelaku bertindak atas kehendak dirinya sendiri atau ada pihak lain atau orang lain yang menyuruh pelaku untuk melakukan perbuatannya itu. Karena, jika ada orang lain dibalik pencemaran nama baik itu, maka pihak yang menyuruh dan turut serta itu, dapat terlibat sebagai pihak yang dilaporkan

Gunawan Permadi ketika dikonfirmasi terkait kasus yang menuduh dirinya telah melakukan kecurangan tersebut mengatakan, bahwa semuanya sudah diserahkan kepada kuasa hukumnya, karena ini perkara penegakkan hukum, sehingga masalahn proses hukum yang akan ditempuhnya sudah diserahkan kepada kuasa hukumnya.

“Terkait dengan pemberitaan yang menuduh dan menyebut nama saya, maka saya telah menempuh klarifikasi dengan menggunakan hak jawab kepada media tersebut dan melaporkan ke Dewan Pers, adapun kaitan dengan tindakan pelaku, saya serahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum,” tuturnya

Gunawan Permadi ketika menyerahkan surat kuasa kepada kuasa hukumnya

Gunawan Permadi mengaku merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya, karena dalam pemberitaan tersebut jelas telah menjustifikasi saya, seakan-akan dirinya telah melakukan kecurangan dan pemalsuan dokumen. Menurutnya, Didalam isi pemberitaan itu seharusnya media yang menayangkan berita itu menggunakan nama inisial dirinya dan menggunakan kalimat diduga.

“Ini jelas merupakan pembunuhan karakter terhadap saya dan merupakan pelanggaran kode etik jurnalistik yang dilakukan media tersebut, karena dalam berita itu wartawannya tidak pernah konfirmasi atau klarifikasi dari saya atas tuduhan yang telah dikatakan saudara SLK, sehingga beritanya tidak berimbang dan tendensius,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Sukses AM, SLK saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, yang bersangkutan hanya menjawab sedang makan dan minta agar menghubunginya kembali beberapa saat kemudian. Namun setelah ditunggu beberapa saat, lalu dihubungi untuk kedua kalinya, telepon selulernya tidak diangkat, Selasa (15/9)

Lantaran SLK tak kunjung menjawab, kemudian wartawan berinisiatif melakukan konfirmasi dengan mengajukan beberapa pertanyaan melalui WhatsApps (WA). Namun tetap saja tak kunjung dijawab hingga berita ini ditayangkan.

Bahkan pada hari Rabu (16/9) ketika wartawan berusaha menghubungi kepada SLK melalui telepon selulernya berulang kali ke nomor miliknya 08222*******, namun tidak pernah diangkat. Kemudian wartawan juga tetap berusaha melakukan konfirmasi kepada SLK melalui WA, akan tetapi tetap saja SLK tidak menjawab pesan WA tersebut. (Red)

Komentar