oleh

Ketum DPP LVRI : Semua Laskar Pejuang Melepas Identitasnya, Kecuali Menyebut Dirinya…..

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Berdirinya Legiun Vetaran Republik Indonesia (LVRI) bermula dari prakasa penyatuan bekas laskar pejuang bersenjata pasca perang kemerdekaan. Karena berbagai utusan laskar pejuang bersenjata bersepakat melebur diri dalam satu wadah organisasi yaitu LVRI. Demikian dikatakan Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LVRI, Mayor Jenderal (Purn) Saeful Sulun dalam sambutannya pada HUT LVRI, Selasa (5/1/2021).

“Mulailah saat itu semua laskar melepas identitas nama laskar pejuang kecuali menyebut dirinya sebagai veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia yang disingakt PKRI,” kata purnawirawan jenderal bintang dua itu.

Menurut Saeful Sulun, pembentukan LVRI ini dijiwai oleh semangat mempertahankan kemerdekaan untuk membangun persatuan dan kesatuan serta tetap tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, sejalan dengan semangat persatuan itu, dalam Hari Ulang Tahun (HUT) LVRI tahun ini mengambil tema “Bersama Masyarakat, LVRI menjaga Keutuhan NKRI”.

Ketum bersama Pengurus DPP LVRI melakukan kegiatan ziarah di TMP Kalibata, Jakarta

“Apa yang menjadi cita-cita luhur bangsa ini, tidak selamanya berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, antara lain akibat diabaikannya Bhineka Tunggal Ika sebagai perekat kokohnya NKRI oleh kelompok tertentu,” ujarnya.

Maih kata Saeful Sulun, saat ini suasana kebangsaan yang damai penuh toleransi menjadi terusik oleh sikap yang ingin memaksakan kehendaknya. Mereka ini sama sekali tidak memiliki rasa terima kasih dan mengabaikan jerih payah para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan.

“Sebagai bangsa pejuang, LVRI mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap menjaga keutuhan NKRI dengan berpegang teguh kepada Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika. Mari kita jaga dan bangun negeri ini menjadi lebih maju dan jaya sepanjang masa,” ucapnya.

Lebih jauh Ketum LVRI berharap kepada pemerintah untuk bersikap tegas dan tanpa ragu demi penyelamatan bangsa dan negara. Karena negara tidak boleh kalah dengan aksi individu, kelompok maupun golongan yang jelas-jelas mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Sealain itu, LVRI sebagai organisasi pejuang berpegang teguh pada politik negara, yang artinya mendukung pemerintah hasil Pemilu yang sah secara konstitusional.

“Terlebih, saat ini kita sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang menimbulkan korban jiwa yang amat besar serta terganggunya perekonomian nasional, maka diperlukan persatuan” katanya.

Lebih lanjut Saeful Sulun mengatakan, sampai saat ini tercatat 750 ribu orang terpapar dan 22 ribu meninggal dunia akibat Covid-19. Kita tidak tau kapan pendemi ini akan berakhir, berbagai macam vaksin telah kita pesan dan kita beli. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat Covid-19 dapat diberantas,” ujarnya.

Ketum bersama pengurus dan anggota LVRI melakukan tabur bunga dislah satu makam pahlawan di TMP Kalibata

Terkait pandemi Covid-19 ini pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia telah berupaya untuk mengatasinya dengan memutus matai rantai penyebaran virus Corona tersebut dengan mengajak masyarakat untuk tepat patuh dan melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) “3M”, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak untuk menghindari kerumunan.

“Kami mengajak dan menghimbau kepada seluruh warga LVRI dan warga masyarakat untuk benar-benar mematuhi Prokes serta bersatu, saling membantu dan mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi Covid-19,” tandasnya.

Ketua LVRI Saeful Sulun berharap agar seluruh tingkatan organisasi baik DPP, DPD, DPC sampai DPR, agar tetap menjalin hubungan dengan jajaran pemerintah dan institusi TNI-Polri dimanapun berada. “Mari kita perkuat soliditas sesama anggota dan selalu berbuat yang terbaik agar vetaran tetap menempati posisi terhormat di tengah masyarakat serta selalu menjadi panutan dalam bersikap,” imbuhnya. (Piya Hadi)

Komentar