Komplek Masjid Agung Jateng Bakal Dibangun Rumah Sakit Modern

Jawa Tengah1360 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Yayasan Wakaf Bondo Masjid Agung Semarang akan merealisasikan pembangunan Rumah Sakit modern bertaraf internasional, di kawasan komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), di Jalan Gajah Raya, Kota Semarang.

Ketua Yayasan Wakaf Bondo Masjid Agung Semarang KH Noor Achmad mengatakan, rumah sakit yang akan dibangun di bekalngan MAJT itu akan menggunakan nama RS MAJT-MAS, sebagai wujud kolaborasi antara Masjid Agung Semarang dengan Masjid Agung Jawa Tengah.

”Realisasi pembangunan tahap pertama akan dibangun gedung di atas lahan seluas 2 hektare, dengan kebutuhan investasi awal sebesar Rp 200 miliar,”ujarnya di Semarang, Jumat (24/8/2018).

Menurut Noor Achmad yang juga Ketua Dewan Pengurus Pengelola (DPP) MAJT itu, saat ini tahap masih memasuki persiapan berupa pematangan tanah, pembuatan pagar keliling dan kebutuhuan lainnya, termasuk pembuatan Detail Engineering Design (DED) yang komprehensif.

”Anggaran untuk tahap persiapan itu sebesar Rp 3,75 miliar diperoleh dari sumber Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Daerah Provinsi Jawa Tengah. Pengucuran dana tersebut atas prakarsa Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang memiliki obsesi kuat atas rencana pembangunan rumah MAJT,”ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan awal yang akan dibangun gedung dua lantai bakal memiliki kpasitas jumlah kamar mencapai 72 unit, sedangkan peletakan batu pertama dijadwalkan pada pada 1 Muharam 1439 Hijriyah.

”Jika rumah sakit MAJT itu beroperasi, diyakini akan banyak memberi kemanfaatan bagi masyarakat luas, mengingat pengelolaan rumah sakit akan mengedepankan profesionalisme dalam pelayanan,”tuturnya.

Sementara untuk masyarakat miskin, lanjutnya, akan ada kebijakan untuk dilayani tanpa dikenakan biaya. “Banyak pihak yang telah memberi dukungan agar rencana tersebut segera terealisasi dan kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Jawa Tengah agar dapat terealisasi dengan cepat,” tuturnya.

Noor Achmad menambahkan, selain rumah saki yang akan dibangun, lahan di sekitar tanah wakaf MAJT itu, juga akan dioptimalkan sebagai pusat bisnis perekonomian dan pendidikan.

”Yang jelas total lahan di Kawasan MAJT mencapai seluas 22 hektare sehingga sangat potensial untuk pembangunan rumah sakit, pusat bisnis dan pendidikan,”paparnya.

Usaha untuk membangun hotel didekat MAJT, kini mulai mengalir berbagai dukungan dari berbagai pihak, seperti Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Walikota Semarang Hendar Prihadi, Ketua Baznas Pusat Prof Dr Bambang Sudibyo serta kalangan perbankan syariah.

”Hanya pematangan tanah di area tersebut terus dimasifkan guna mempercepat realisasi pembangunan. Prioritasnya diarahkan untuk RS Tipe C sebagai tempat pelayanan kesehatan gratis bagi pasien dhuafa,”papar Noor Achmat.(Suparman)

banner 521x10

Komentar