Kota Bogor Luncurkan Angkot Modern, Dilengkapi AC, Audio dan TV

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Maraknya angkutan umum berbasis online baik berupa ojek online maupun taksi online, keberadaan angkutan umum reguler semakin tersisihkan dan bukan lagi menjadi primadona angkutan warga. Dengan kemudahan pelayanan dan tarif yang tidak begitu mahal membuat mayoritas warga kini banyak beralih menggunakan jasa angkutan online.

Tak ingin bisnisnya makin meredup lalu punah, paguyuban pengusaha angkot di Kota Bogor yang tergabung dalam wadah Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (KODJARI) berinovasi dengan menghadirkan ‘Angkot Modern’ yang peresmiannya diresmikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor di Lippo Plaza Keboen Raya, Sabtu (8/9/2018).

Sekretaris Dishub Kota Bogor Agus Suprapto menjelaskan, angkot modern tersebut merupakan bagian dari proses penataan Kota Bogor, Dishub Kota Bogor pun sudah sejak lama berencana untuk mengadakan perubahan dari angkutan reguler ke angkutan modern tersebut.

“Angkutan modern ini merupakan bagian dari proses penataan Kota. Kita mengembangkan beberapa lintasan koridor Trans Pakuansebagai angkutan masal, ada 7 koridor. Kita sedang menata feeder angkutan kota, dengan 30 jaringan saat ini,” jelas Sekdishub.

Sementara itu, pengusaha angkot terbesar di Kota Bogor yang memiliki gagasan membuat Angkot Modern, Dewi Jani Tjandera mengatakan dasar dan tujuan membuat angkot modern karena angkot yang ada sekarang ini masih konvensional. Angkot modern hadir untuk bisa bersaing dengan transportasi online yang sudah ada, dengan memodernisasi layanan seperti tersedianya AC hingga TV menjadikan penumpang lebih nyaman dan moda transportasi tersebut lebih murah dari transportasi online.

“Proyek angkot modern ini dikembangkan melalui riset yang mendalam. Selain menyuguhkan fitur-fitur kenyamanan yang lebih lengkap seperti fasilitas pendingin udara dan TV, juga aspek eksterior angkot ini di-upgrade dengan menggunakan jenis kendaraan yang lebih besar dan kapasitas tempat duduk lebih banyak. Namun, tarif yang dikenakan lebih tinggi dari tarif angkot konvensional, ya berkisar antara Rp 7.000 sampai Rp 10.000,” jelas Dewi.

Menurutnya, nantinya angkot modern ini akan mengisi lintasan Trans Pakuan Koridor (TPK) 4 yang merupakan merger seluruh armada trayek eksisting 09 jurusan Sukasari-Warung Jambu-Ciparigi dan armada trayek 21 jurusan Ciawi-Baranangsiang.

“Dengan kehadiran Angkot Modern ini diharapkan usaha angkutan khususnya TPK 4 dapat berkembang dan menjadi bisnis angkutan yang menjanjikan dan dinikmati masyarakat pengguna angkot. Apalagi pengembangan angkot TPK 4 ini sudah tidak bisa ditunda lagi,” pungkasnya. (ian Lukito)

banner 521x10

Komentar