Kreativitas 40 Anak Difabel Diasah

Megapolitan, Pendidikan1123 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Sabtu pagi udara Bogor terasa sejuk. Nampak puluhan anak Difabel beserta orangtua dan guru berkumpul di Rusunawa Cibuluh. Mereka datang untuk mengikuti Workshop Flanel Art dan Workshop Mozaik Kancing.

“Kami senang murid kami bisa turutserta menjadi peserta workshop. Sangat membantu motorik anak dan bisa meningkatkan kreativitasnya,” ujar Yoyoh, Kepala Sekolah SLB Mentari Kita ketika ditemui saat acara.

Lain lagi dengan Farisah yang jauh-jauh datang dari Gunung Putri. Ia menginginkan agar anaknya bisa mengembangkan daya imajinasinya sekaligus bersosialisasi bersama teman-teman difabel lainnya.

“Ini adalah workshop kerajinan ketiga dan empat sinergi Yayasan DIFFABLE ACTION Indonesia bersama Komunitas SENYUM Difabel Bogor. Kali ini kami mengenalkan kepada anak-anak, Seni Mozaik Kancing dan Kerajinan Flanel, ” terang Isna, Sekjen YDAI.

Workshop berlangsung lancar dan gayeng, sangat terasa kebersamaannya. Anak-anak Difabel itu dari berbagai jenis, yakni Rungu, Daksa, Grahita, Autism, Down Syndrome, Slow Respon dan ADHD, mulai kelas 1 hingga kelas 11.

“Kali ini ada 40 anak yang mengikuti workshop. Terbagi dalam dua kelas, workshop Flanel Art dan workshop Mozaik Kancing, ” jelas Isna.

Pada workshop Mozaik Kancing ada gambar Buah (Pir, Apel, Semangka), Bunga (Tulip, Matahari, Anggrek), Binatang (Gajah, Panda, Bebek) dan Kartun (Donal) juga rangkaian huruf SENYUM. Sedangkan untuk workshop Flanel Art anak-anak membuat Celengan dan Gantungan Kunci serta Bros bentuk Keropi, Mobil, Bunga, Singa Laut, Anak Ayam, Ikan Lumba-lumba, Kumbang, Babi dan Sapi.

Workshop berlangsung selama 3 jam. Hasil karya anak-anak akan dipamerkan pada saat peringatan Hari Disabilitas Internasional Desember mendatang.

(Cheyne Amandha Miranda)

banner 521x10

Komentar