oleh

LAK Galuh Pakuan Desak Pemprov Jabar Tegas Terhadap Pengelola TWA Gunung Tangkuban Parahu

INILAHONLINE.COM, SUBANG

Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan mendesak kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk tegas kepada pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu.

Menurut Raja LAK Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi kepada awak media, Sabtu (10/8/2019) mengatakan bila Gunung Tangkutan Parahu bagi Bangsa Sunda memiliki muatan simbol yang bersifat kosmologi.

“Tangkuban Parahu adalah lambang kebesaran Jawa Barat, lambang kehormatan Bangsa Sunda sebagai lambang kewibawaan. Makanya Gunung Tangkuban Parahu menjadi bagian penting dari lambang Provinsi Jawa Barat, hal itu menjadi absolut atau mutlak keseluruhannya harus melambangkan sebagai Bangsa Sunda. Seyogyanya Pemerintah Pusat menghargainya sebagai ciri kebhinekaan,” tandas Evi.

Kemudian dia menambahkan Tangkuban Parahu merupakan ruang sosial Bangsa Sunda dalam bingkai kebhinekaan. Kita (Republik Indonesia) ini merdeka sudah lama. Ruang sosial kebhinekaan perlu dibangun, jika bangsa Sunda itu ruang sosialnya Gunung Tangkuban Parahu. Ujarnya.
Makanya kata dia pengelolaannya harus menunjukan ciri-ciri Kesundaan. Karena menjadi etalase Kesundaan. Pemerintah Pusat harus menghargainya.

“Dengan Lambang Jawa Barat Gunung Tangkuban Parahu lalu di atasnya kujang. Itu saja sudah menunjukan ciri yang tegas. Lalu dimana penghargaan terhadap ke-bhineka-an itu sendiri?” ujarnya mempertanyakan.

Lantas dengan mengatasnamakan Negara Keastuan Republik Indonesia (NKRI) lalu “mengambil” Gunung Tangkuban Parahu yang sudah menjadi simbol Bangsa Sunda. “Janganlah seperti itu. Hargailah kami Bangsa Sunda. Karena kami pun bagian dari kebinekaan,” katanya.

Lalu dia mendesak Pemprov Jawa Barat bersikap tegas terhadap pengelolaan Gunung Parahu. “Kalau memang Pemerintah (Provinsi) Jawa Barat tidak mampu atau tidak berani bersikap tegas, ganti saja lambang Jawa Barat..!” tegasnya.

(Abdulah)

Komentar