oleh

LBH Konsumen Jakarta Daftarkan Permohonan PKPU Terkait Kasus “Kampoeng Kurma” Di PN Jakarta Pusat

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Konsumen Jakarta telah resmi mendaftarkan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap Kavling Kampoeng Kurma yang dikelola oleh PT. Kampoeng Kurma Jonggol ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif LBH Konsumen, Zentoni, SH. MH yang sekaligus Advokat & Pembela Konsumen

“PKPU tersebut sudah terdaftar secara resmi Di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan Register Perkara Nomor: .18/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst. pada tanggal 22 Januari 2020,” jelas Zentoni melalui siaran pers yang diterima inilahonline.com, Sabtu (1/2/2020).

Menurutnya, bahwa PKPU terhadap Kavling Kampoeng Kurma yang dikelola oleh PT. Kampoeng Kurma Jonggol ini diajukan oleh Konsumen atas nama Sdr. Topan Manusama dan Sdri. Dwi Ramdhini, dikarenakan gagalnya serah terima Kavling Kampoeng Kurma yang dijanjikan dalam Pengikatan Jual Beli Nomor: 571 dan 572 yang dibuat dihadapan Niken Larasati, S.H., Notaris di Kabupaten Bogor.

“Permohonan PKPU terhadap PT. Kampoeng Kurma Jonggol ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada PT. Kampoeng Kurma Jonggol untuk mengajukan Rencana Perdamaian yang akan ditawarkan kepada para konsumennya,” ujanya.

Masih kata Zentoni, selain itu permohpnan PKPU yang diajukan oleh pihaknya selaku kuasa para konsumem adalah dalam rangka untuk melindungi kepentingan Konsumen secara keseluruhan yaitu kepastian serta kesanggupan dari PT. Kampoeng Kurma Jonggol untuk menyelesaikan seluruh kewajiban nya berupa serah terima Kavling Kampoeng Kurma kepada para konsumen

“Dalam Permohonan PKPU terhadap Kavling Kampoeng Kurma yang dikelola oleh PT. Kampoeng Kurma Jonggol ini kami LBH Konsumen Jakarta akan menunjuk 4 (empat) orang Calon Pegurus,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Zentoni memaparkan nama nama calon pengurus yang dimaksud yaitu, Fransiscus Xaverius Wendhy Ricardo Pandiangan, S.H., Yan Mamuk Djais, S.H., Delight Chyril, S.H., dan Eclund Valery, S.H., M.H.Li, M.M., yang kesemuanya terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

(Piya Hadi)

Komentar