Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Bakal Ditutup Sebelum 17 Agustus 2019

Berita, Jawa Tengah692 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Pemkot Semarang memastikan bakal menutup lokalisasi yang terkenal dengan sebutan ”Sunan Kuning” Semarang Barat, yang dikenal dengan sebutan Sunan Kuning paling lambat sebelum 17 Agustus mendatang.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan lokalisasi Sunan Kuning dipastikan akan ditutup sebelum 17 Agustus 2019, setelah hasil rapat pihak terkait sepakat menyetujui kebijakan Pemkot itu.

“Warga binaan yang ada di lokasi tersebut akan kita arahkan untuk ulang ke daerah asalnya kemudian kita tutup dan mereka akan diberikan juga bantuan jaminan hidup,” ujarnya saat menggelar rapat dengan perwakilan warga Argorejo di kantor Satpol PP, Jalan Ronggolawe, Kamis (13/6/2019).

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 479 warga binaan di lokalisasi Sunan Kuning itu, jika tidak serega ditutup penghuni akan terus bertambah dan semakin menyulitkan Pemkot untuk melakukan penutupan lokalisasi itu sebelum 17 Agustus mendatang.

Rapat, lanjutnya, akan kembali digelar dengan muncikari dan warga binaan, yang diharapkan mereka bisa memahami dan meneroma kebijakan Pemkot untuk penutupan Sunan Kuning.

“Lokalisasi Argorejo selama ini dikenal dengan sebutan Sunan Kuning, meski Sunan Kuning itu identik dengan sejarah Islam. Jadi kami tidak ingin sebutan Sunan Kuning malah jadi tempat esek-esek, jadi akan kita tutup dan kita ganti dengan pusat kuliner atau diubah jadi kampung tematik,” tuturnya.

Dia menuturkan pihaknya akan melakukan relokasi warga binaan dan juga perbanyak komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat, mengingat di daerah itu dikenal rawan terjadi gejolak warga.

Bahkan, turur Fajar, pihaknya juga akan menggencarkan razia usai relokasi warga binaan lokalisasi Argorejo, sebagai upaya untuk mencegah bekas warga binaan mangkal di wilayah lain di Kota Semarang.

Sementara itu, tokoh masyarakat lokalisasi Argorejo Suwandi mengatakan dalam proses relokasi diharapkan warga binaan harus dilakukan dengan bijaksana, karena selama ini pihaknya ikut membantu melakukan pembinaan warga tersebut.

Kasi Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Dinas Sosial Kota Semarang Anggi Arditia menuturkan Kementrian Sosial akan memberikan bantuan jaminan hidup. APBD Kota Semarang juga akan mendukung untuk penerima manfaat.

“Kita fasilitasi penghuni wisma tetap bukan yang freelance. Data kita data yang penghudi tetap sekitar 479 orang. Setiap penghuni akan mendapatkan bantuan Rp5 juta, namun tetap kita verifikasi. Ini sudah tahap akhir tinggal eksekusinya,” ujarnya.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar