oleh

LSM GEMA SETARA : Sebaiknya Bupati Karawang Jangan Asal Pilih Direktur Untuk RS Paru

INILAHONLINE.COM, KARAWANG

Pembangunan Rumah Sakit Khusus Paru yang dananya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) di Jatisari, Kabupaten Karawang, ditargetkan rampung ditahun 2019. Rumah sakit tersebut nantinya melayani para penderita penyakit paru dari wilayah Kabupaten Karawang, Subang, Purwakarta, Bekasi, bahkan juga Indramayu.

Hal itu dikatakan Asisten Bidang Pembangunan (Asda II) Sekretariat Daerah Karawang, Ahmad Hidayat, kepada wartawan beberapa waktu lalu. “Rumah Sakit Khusus Paru ini dibangun dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) yang dikumpulkan sejak 2012 sebesar Rp 152.615.742.000,-,” ujar Ahmad Hidayat.

Namun beberapa waktu lalu bupati karawang dr cellica nurrachdiana telah mengangkat Direktur nya untuk Rumah sakit tersebut.

Pengangkatan tersebut di kritisi oleh sejumlah masyarakat serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Sehat Sejahtera (GEMA SETARA).

Ketua Umum LSM GEMA SETARA Karnadi Adi Kusuma SKM, SH, MH yang juga sebagai anggota tim kendali mutu dan kendali biaya (TKMKB) mengatakan ” Rumah sakit paru harus bisa bekerjasama dengan BPJS cabang karawang secara menyeluruh kepada masyarakat, khususnya masyarakat karawang, sehingga masyarakat merasa terbantu bila berobat di dirumah sakit tersebut. tentu pelayanan pun harus diutamakan dengan baik,dan diharapkan Direksi dan staf bisa bekerja semaksimal mungkin” Harapnya.

Masih dikatakan Karnadi ” Saya juga meragukan kinerja Direktur yang baru saja diangkat oleh Bupati ,karna mengingat belum pernahnya memimpin dirumah sakit umum atau menjadi Direktur Rumah sakit ” Ucapnya.

Sambung Karnadi ” Seharus nya bupati mengangkat staf untuk rumah sakit paru adalah orang yang pernah bekerja di RSUD karawang ” Harapnya.

(Joen)

Komentar