oleh

Mahasiswa KKNT IPB Kenalkan Konsep “Dompet Bertumbuh”: Pengelolaan dan Pertumbuhan Keuangan UMKM

Oleh: Adisty Dwi Ananda


Keberadaan puluhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu keunggulan dan kebanggaan tersendiri bagi Desa Tegal Waru yang terletak di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Puluhan UMKM tersebut beroperasi dalam berbagai sektor seperti pangan, pertanian, peternakan, perikanan, herbal, kesenian dan kerajinan, hingga digital. Kemampuannya untuk bersaing di pasar domestik bahkan mancanegara menjadi bukti keunggulan produk UMKM dari desa ini. Setiap pengunjung yang datang bisa menikmati nuansa pedesaan di Tegalwaru, sekaliguss melihat langsung proses produksi berbagai lini bisnis berbasis home industry.

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai menimbulkan kompleksitas multidimensi yang dapat dirasakan siapa pun, termasuk para pelaku UMKM. Agar mampu bertahan dan tetap berkembang di masa pandemi, UMKM memerlukan strategi jitu dan aplikatif dalam pengelolaan keuangan dan mempertahankan usahanya. Hal tersebut mendorong tim KKN-T Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengenalkan konsep pengelolaan dan pertumbuhan keuangan UMKM yang disebut “Dompet Bertumbuh”.

Mitra KKN BogorKab11 : https://www.wisatabisnistegalwaru.com/

Konsep ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengembangan usaha saja, melainkan sekaligus upaya penerapan ilmu baru mengenai strategi pemasaran serta pengelolaan keuangan UMKM yang dapat bermanfaat secara berkala dan terus berlanjut kedepannya.

Konsep yang dapat diterapkan pada semua jenis UMKM ini pada dasarnya menitikberatkan pada strategi bauran pemasaran 4P (product, price, place, dan promotion) serta STP (segmentation, targeting, dan positioning). Implementasi konsep ini bertujuan menerapkan strategi pemasaran yang akan langsung berdampak terhadap kantong-kantong keuangan di UMKM sehingga dapat meningkatkan sumber pendapatan UMKM.

Jika strategi pemasaran diimplementasikan secara tepat dan konsisten sesuai kebutuhan serta kondisi UMKM, konsep “Dompet Bertumbuh” mampu menambah “kantong” pemasukan baru sehingga akan “menumbuhkan dompet” bagi UMKM.

Dalam rangkaian proses pemasaran, STP ini berada di tahap awal yang paling penting. Semua strategi dan program pemasaran dirancang berlandaskan kerangka STP (segmentation, targeting, dan positioning). Segmentation (segmentasi) merupakan tahap paling awal dalam perumusan strategi pemasaran dengan mengategorikan, mengklasifikasi, dan menggolongkan semua target potensial produk yang akan dipasarkan. Targeting yaitu memutuskan segmen mana yang akan menjadi target dalam pasar melalui survey.

Positioning yaitu penentuan posisi pasar menunjukan bagaimana suatu produk dapat dibedakan dari produk pesaingnya. Sedangkan strategi bauran pemasaran 4P yaitu product, price, place, dan promotion ada pada tahap menyalurkan dan mengkomunikasikan nilai yang dimiliki produk agar sampai pada konsumen. Product (produk), untuk memasuki pasar, UKMK harus memiliki produk yang sesuai denga target pasarnya. Price (harga), harga yang ditentukan oleh UMKM pun harus sesuai dengan target pasar dan tidak lebih rendah dari HPP produk agar tidak merugi. Place (tempat), lokasi atau tempat yang akan dipilih menentukan keberhasilan dalam menggarap target pasar. Promotion (promosi), promosi dilakukan untuk mengkomunikasikan produk kepada target pasar.

Strategi bauran pemasaran 4P dalam konsep bertumbuh seperti contohnya ketika suatu produk penjualannya masih melalui offline, varian produknya pun tidak banyak, serta harganya masih rendah maka kantong keuangan yang tercukupi hanya kantong pendapatan saja. Untuk menumbuhkan kantong keuangan lainnya dapat dicapai dengan memperluas market share produk melalui strategi pemasaran place dan promotion. Pemasaran yang sebelumnya hanya melalui mulut ke mulut dapat dikembangkan dengan berjualan via online serta sudah melakukan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dengan baik dan benar agar UMKM tidak merugi ketika menjual produk dengan harga yang lebih rendah dibangingkan HPPnya maka hal ini akan berdampak langsung terhadap kantong pendapatan yang meningkat, pemenuhan kebutuhan operasional usaha terpenuhi, kebutuhan sehari-hari yang tentunya juga akan tercukupi dan tumbuh dompet baru yaitu kantong keuntungan yang akan terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu.

Video lengkap : https://youtu.be/D_jD2AXHmBs

Untuk terus menumbuhkan dompet agar kantong keuangan untuk menabung dapat terpenuhi setelah melakukan pengembangan strategi pemasaran place dan promotion, UMKM dapat mengembangkan strategi pemasaran lainnya yaitu produk, dengan cara menambah varian produk, memperbaiki packaging, dan hal yang tidak kalah pentingnya yaitu meningkatkan mutu produk.

Mutu merupakan kumpulan karakteristik produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan sesuai preferensi konsumen. Adanya upaya untuk meyakinkan konsumen bahwa produk yang dihasilkan oleh suatu

UMKM sesuai dengan yang dijanjikan atau biasa disebut jaminan mutu pangan sangat penting untuk diterapkan pada usaha di bidang pangan. Adapun keyakinan konsumen akan mutu yang terjamin diantaranya adalah dengan memperoleh sertifikat seperti sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), sertifikat dan label halal, serta sertifikat IS0 9000. Akan tetapi, sertifikasi tersebut cukup sulit diperoleh UMKM sehingga diperlukan alternatif lain.

Kelompok KKN-T BogorKab11

UMKM dapat memulainya dengan melakukan standardisasi terhadap beberapa variabel seperti bahan baku, kondisi proses, produk antara, hingga produk akhir. Melalui pembuatan spesifikasi dan instruksi kerja yang detail, UMKM dapat menjamin konsistensi mutu produk yang dihasilkan setiap harinya. Keyakinan konsumen sangat berpengaruh pada tingkat pemasaran produk. Adanya penjaminan mutu menghasilkan produk dengan mutu yang konsisten sehingga konsumen tidak akan kecewa dan melakukan re-purchase.

Kondisi pandemi tidak menyurutkan komitmen IPB untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui KKN-T. Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, KKN-T IPB tahun 2020 hadir sedikit berbeda dari tahun sebelumnya dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Wilayah Pemberdayaan Masyarakat melalui Techno Social Entrepreneurship untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs 2030) pada Masa Pandemi Covid-19”. Mahasiswa IPB melakukan kegiatan KKN-T di daerahnya masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.[ ]

Komentar