Melalui Gerakan Nyata, HA IPB Ikut Lestarikan Pohon Langka

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Institut Pertanian Bogor pada hari Jumat (28/9) mengadakan dua acara terkait Gerakan Konservasi Keanekaragaman Hayati. Acara pertama adalah Penanaman Pohon Langka yang dilakukan di selasar Gedung LSI Perpustakaan IPB. Acara kedua adalah Talkshow Pohon Langka Indonesia yang diselenggarakan di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB.

Acara ini dihadiri oleh Rektor IPB beserta jajarannya, perwakilan Pemda Kotamadya Bogor, perwakilan Pemda Kabupaten Bogor, DPP Himpunan Alumni IPB beserta tokoh-tokoh alumni IPB dari berbagai bidang.

Ketua Himpunan Alumni (HA) IPB, Fathan Kamil menyatakan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan awal. Di tahun depan, HA IPB akan mengadakan penanaman pohon langka di seluruh DPD HA IPB. Jumlah pohon yang ditanam dalam acara ini ada 100 pohon langka. HA IPB menargetkan, tahun depan akan menanam 1000 pohon langka yang akan disebar di 30 provinsi.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Gerakan Konservasi Keanekaragaman Hayati yang dilakukan oleh Rektor IPB, Ketua Umum HA IPB, dan tokoh-tokoh alumni IPB mewakili institusi masing-masing. Di antara tokoh alumni IPB yang ikut dalam penandatanganan tersebut, yakni; Didik Prasetyo Direktur Utama PT. RNI, Alex Denni Direktur PT. Jasa Marga, Irdika Mansur Direktur Seameo Biotrop, dan lain-lain.

Ketua Umum HA IPB beserta Sekjen, Walneg S. Jas dalam kesempatan ini masing-masing menanam pohon Burahol. Yaitu sejenis pohon yang digunakan untuk resep ramuan jamu tradisional Jawa yang sudah langka. Adapun Wakil Ketua Umum HA IPB, Ibu Nelly Oswini menanam pohon Saninten.

Talkshow Pohon Langka

Setelah penanaman, IPB menyelenggarakan Talkshow Pohon Langka dengan pembicara Dr. Didik Widyatmoko Kepala Kebun Raya Bogor), Dr. Irdika Mansur, M.For.Sc. Direktur SEAMEO BIOTROP, serta Ir. Haryanto R. Putro, M.Sc. Dosen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB.

Ditempat yang sama, Dr. Didik Widyatmoko mengatakan, “Kita sangat banyak punya modal. Kita selalu silau hanya memilih bicara kulit-kulitnya saja. Pertemuan ini semoga bisa membuat pelestarian ini jadi sehingga kita bisa mengalahkan Thailand”. Dr. Didik memperlihatkan aneka jenis pohon langka di antaranya Cynometra novo-guineensis yang bibitnya telah disediakan oleh pihak Kebun Raya Bogor.

Sedangkan Direktur SEAMEO BIOTROP, Dr. Irdika Mansur, M.For.Sc. menyatakan, “Harapan saya, bahwa mari kita kenali jenis-jenis pohon langka yg ada di daerah masing2”. Dr. Irdika mengajak semua yang hadir untuk melindungi pohon langka dan melakukan penanaman pohon langka di wilayahnya masing-masing.

“Seandainya butuh bantuan teknis, SEAMEO BIOTROP, IPB, dan Kebun raya akan membantu.” imbuh Dr. Irdika Mansur.

Sementara itu, Ir. Haryanto, M.Sc mengajak para civitas akademika IPB untuk turut serta ambil bagian dalam melestarikan konservasi alam, “Semua civitas akademika IPB pada akhirnya akan memiliki kepentingan dengan konservasi alam”.

Ir. Haryanto menambahkan, bahwa hutan merupakan tempat kehidupan dari berbagai makhluk hidup, “Kalau kita salah arah, semua makna kehidupan akan berubah,” ingatnya.

“Lindungi dia, pelajari dia, eksplorasi manfaatnya ke depan dengan memanfaatkan Bioteknologi”, pinta Ir. Haryanto saat mengajak semua komponen untuk melestarikan pohon langka.

Acara ditutup dengan pembagian kenang-kenangan kepada para pembicara dan moderator oleh unsur pimpinan IPB dan pengurus DPP HA IPB di antaranya Sekjen HA IPB, Walneg S. Jas dan Nelly Oswini, Wakil Ketua Umum HA IPB.

(ian Lukito)

banner 521x10

Komentar