INILAHONLINE.COM, SEMARANG
Dua provinsi antara Jawa Tengah dan Sumatra Utara akan melakukan sinergi untuk menarik wisatawan domestik, dari masing-masing daerah dan saling memperkenalkan distinasi unggulannya.Kerja sama keduanya provinsi itu juga didukung Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Kabid Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Mukhlis mengatakan, pada 2017 terdapat sebanyak 45.000 wisatawan dari Jateng datang ke Sumut, hingga menunjukkan Jateng menjadi daerah potensial untuk lebih mengenalkan pariwisata prioritas Danau Toba di Sumut.
”Pasar wisatawan, untuk wilayah Semarang khususnya dan Jateng umumnya sangat potensial, meski jalur penerbangan langsung menuju Sumut dari Jateng belum ada, bahkan harus transit melalui Jakarta. Namun, ke depan perlu digarap dengan lebih baik, sehingga dengan kegiatan pameran masyarakat akan mengenal Sumut,”ujar pada acara pameran wisata yang digelar Kementerian Pariwisata di Mall Paragon, Semarang, Jumat (28/9/2018).
Menurutnya, Kementerian Pariwisata menggelar pameran itu dengan Misi Penjualan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba, dengan tema Ayo ke Toba di Mall Paragon selama dua hari mulai Juma hingga Minggu (30/9).
”Sumut memiliki Bandara Silangit yang telah diubah namanya menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII. Bandara ini terletak di sekitaran Danau Toba di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. Setiap harinya lima maskapai penerbangan beroperasi di bandara itu,”ujar Mukhlis.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng Agung Haryadi menuturkan, sinergitas itu penting dilakukan, sebagai upaya untuk menambah jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Jawa Tengah, menginghat tahun ini Pemprov Jateng telah menargetkan sebanyak 44 juta wisatawan domestik bakal masuk ke Jateng.
”Sinergitas ini penting dilakukan untuk mendongkrak wisatawan lokal dari Sumut mengunjungi Jateng, karena masyarakat provinsi itu menjadi salah satu target market wisatawan untuk mengunjungi Jawa Tengah,” tuturnya.
Menurutnya, kerja sama kali ini juga untuk meningkatkan nilai jual sejumlah destinasi wisata unggulan yang dimikliki Jateng, sekaligus pertukaran wisatawan baik dari Sumatera Utara ke Jawa Tengah maupun sebaliknya.
”Kerja sama ini juga menjalin kemitraan pariwisata dua Provinsi Jateng dan Sumut. Bahkan dukungan dari Pemerintah Pusat cukup baik untuk branding dan publikasi tempat-tempat wisata di Jateng dan Sumut, sehingga saling menguntungkan,”ujarnya.
Jateng, menurut dia, memiliki empat destinasi unggulan meliputi Candi Borobudur, Kepulauan Karimunjawa, Pegurnungan Dieng dan Museum Sangiran. Sementara Sumatera Utara mempunyai tempat wisata yang sangat indah berupa Danau Toba dan Pulau Samosir.
Selain itu, pemerintah juga mendorong paket wisata Joglo Semar (Jogja – Solo – Semarang), karena ketiga kota tersebut merupakan jalur yang diminati oleh wisatawan sebagai sebuah paket wisata.
Ketua Asita Sumut Solahuddin Nasution mengatakan, terdapat 17 travel agent dan 12 perhotelan yang mengikuti kegiatan di Semarang itu. Mereka siap memberikan penawaran paket terbaik bagi masyarakat Jateng.
”Selama ini paket kunjungan ke Danau Toba yang paling populer berupa perjalanan selama 4 hari 3 malam. Dengan perhalanan melintasi Medan, Parapa dan Brastagi yang merupakan wilayah sekitar Danau Toba dengan ragam kesenian budaya, kuliner, kearifan lokal, dan pemandangan alamnya di kawasan pegunungan,”ujarnya.
(Suparman)





























































Komentar