Menristekdikti : Lemahnya Daya Saing Indonesia Karena Kurangnya Inovasi Baru

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Menristekdikti Prof M Nasir PhD mengingatkan masih lemahnya daya saing bangsa Indonesia di dunia internasional, karena kurangnya penelitian dan inovasi baru. Namun kunci dari penguatan daya saing adalah pada pencapaian inovasi yang bermanfaat untuk ilmu dan pengetahuan.

“Untuk memperbanyak inovasi peran perguruan tinggi pada akhirnya dinilai sangat strategis. Harapan kami dari dalam kampus akan lahir banyak riset bermanfaat mendukung inovasi,” tutur Nasir dalam forum Rakornas Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS PTIS) di Auditorium Unissula pada Kamis (20/9/2018).

Menurut Nasir, perkembangan perguruan tingi di negara kita ini terdapat lebih dari 4.600 perguruan tinggi, yang diharapkan bisa memberi andil memperbanyak inovasi. Jika semua elemen kampus berhasil menciptakan kebaruan, dipastikan daya saing bangsa bakal naik pesat tanpa butuh waktu lama.

”Indonesia boleh belajar dari Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan lainnya yang memaksimalkan peran perguruan tinggi dalam memperoleh banyak inovasi. Saya yakin bangsa ini mampu meraih semua itu,”terangnya.

Nasir berkeyakinan, jika dilihat dari kemampuan ilmuan dan akademisi Tanah Air, dalam mencatatkan publikasi ilmiah internasional. Tak kurang Indonesia mengalami kemajuan berarti, dengan didorongnya semangat dan tekad semua pihak menulis di jurnal internasional terakreditasi.

”Kini perolehan jurnal ilmuan dalam negeri juga sudah sampai tembus angka 20.000, sehingga bisa mengungguli Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina dan negara lain di Asia Tenggara,”paparnya.

Namun demikian, lanjutnya, fakta ini membuktikan dengan kemauan dan kerja keras bangsa ini bisa meraih prestasi. Oleh karena itu, Kementrian akan semakin mendorong lahirnya banyak inovasi dan publikasi ilmiah, yang menjadi ukuran kemampuan daya saing internasional.

Sementara itu, Ketua Umum BKS PTIS, Masrurah menyatakan pihaknya akan memberikan kontribusi penuh atas keinginan pemerintah itu. Namun tak dapat disangkal tugas kalangan akademisi termasuk di jejaring BKS PTIS, adalah memberikan kontribusi nyata untuk bangsa melalui kemajuan ilmu dan pengetahuan.

”Forum ini diharapkan sesuai apa yang diimpikan oleh Kemenristekdikti, sehingga hasilnya bisa menghasilkan inovasi yang terbaru,”ujarnya.

Acara kerjasama ini dihadiri Direktur Kelembagaan Dikti Dr Totok Prasetyo, Koordinator Kopertis VI Jateng Prof DYP Sugiharto, Rektor Unissula Prabowo Setiyawan PhD hingga Wakil Ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung Tjuk Subhan Sulchan.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar