oleh

Polrestabes Semarang Berhasil Tangkap 39 Tersangka Pengguna Narkotika

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Dalam Pelaksanaan Operasi Antik Candi 2018 Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Semarang, tanpa mengalami kesulitan berhasil mengamankan 39 orang tersangka pengguna narkoba dan kini telah diamankan.
Selama kurun waktu sejak 24 Agustus – 12 September di wilayah hukum Polrestabes Semarang, juga berhasil menyita barang bukti berupa sabu berat total 257,7 gram, ganja 2,5 kilogram, dan obat terlarang 3.022 gram.

”Dari 39 tersangka ini polisi berhasil mengungkap 36 kasus narkoba, dengan pelaku terdiri dari pemakai, kurir hingga bandar skala kecil,”ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji di Semarang, Kamis (20/9/2018).

Menurut dia, dari operasi yang dilakukan oleh Polrestabes Semarang telah berhasil melakukan penindakan terhadap 36 kasus. Tersangka cukup banyak,yaitu dari 39 tersangka itu, terdapat tiga tersangka di antaranya dengan barang bukti paling banyak.

Ketiganya masing masing Hendri Sanjaya yang kedapatan membawa 227 gram sabu, sedang dari Nico Savutro (25) dan Muhamad Ilham (20) petugas menyita 2,5 Kg ganja. “Untuk ganja didapat dari Jambi,”ujar Kapolrestabes.

Para tersangka ini, tambah Kapolrestabes, berhasil ditangkap disejumlah tempat berbeda, saat Polisi melakukan razia di antaranya ditempat hiburan malam, rumah kontrakan, terminal bus hingga kawasan pelabuhan.

”Ditempat-tempat tersebut disinyalir sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba,”jelasnya.

Kapolrestabes mengatakan, kegiatan ini digelar dibeberapa tempat hiburan kemudian juga diterminal terminal bis, termasuk di pelabuhan tanjung emas, yang mana diperkirakan lokasi itu diduga sebagai tempat transaksi.

”Ditempat itu baik terminal ataupun pelabuhan ini, sangat dimungkinkan jalur masuknya narkoba ke kota Semarang ini,”ujar Abiyoso.

Meski pelaksanaan Operasi Antik Candi telah usai, namun aparat Kepolisian dari Polrestabes Semarang pun akan terus lakukan razia narkoba, secara rutin ditempat tempat yang ditengarai sebagai lalu lintas peredaran narkoba.

”Tempat-tempat yang sudah dicurigai sebagai transaksi akan terus dilakukan pemantaraun secara berkla,”papar Kapolrestabes.

(Suparman)

Komentar