INILAHONLINE.COM, KENDAL
Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) berkomitmen, serta terus mendorong upaya inovasi produk KENDS UPVC yang dikembangkan oleh PT Terryham Proplas Indonesia.
Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi M Nasir mengatakan, penggunaan Unplastized Poly Vinyl Chloride (UPVC) saat ini mulai diperhitungkan dunia, sebagai bahan material unggulan pengganti kayu.
”Penggunaan UPVC tersebut sekaligus menjawab issue global warning, karena industri UPVC itu mampu menekan penggunaan kayu untuk berbagai konstruksi pembangunan,”ujarnya saat melakukan kunjungan ke pabrik KENDS UPV Kendal di jalan Arteri Lingkar Kaliwungu, Rabu (19/9).
Menurutnya, UPVC adalah kebutuhan masa depan untuk pembangunan, karena saat ini masih banyak penggunaan bangunan seperti kusen dan lainnya menggunakan kayu. ”Dengan UPVC ini tanpa menggunakan kayu maka ke depan dapat menekan penebangan hutan,”ungkapnya.
Nasir mengapresiasi, terhadap keberadaan KENDS UPVC yang terus melakukan inovasi produk, hingga ke depan dapat memperluas pasar dan mampu bersaing baik, dari sisi mutu dan harga dengan produk serupa dari Jerman, Tiongkok, dan negara lain dalam persaingan bebas saat ini.
”Saya mengapresiasi KENDS terus melakukan inovasi. Bahkan kini telah melakukan kerja sama dengan Kemeristek,”tuturnya.

Namun demikian,lanjutnya, untuk memproduksi bahan bangunan (building material) alternatif itu, sebagian besar bahannya masih mengandalkan impor. Namun, dengan penuh optimis tidak lama lagi bakal lebih dari 50% bahan produksi bisa dipasok dari dalam negeri.
”Meski saat ini baru 25% bahan produksi dari dalam negeri dan sisanya impor. Dipastikan tidak lama lagi sambil menunggu proses sertifikasi bahan baku, ke depan bisa mencapai 60% bahan baku atau material mampu dipasok dari dalam negeri,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui PT Terryham Proplas Indonesia adalah perintis lahirnya industri UPVC di Indonesia, dan menjadi produsen UPVC satu satunya di Indonesia dengan merek KENDS UPVC dengan memproduksi, jenis bahan bangunan untuk kusen pintu, jendela jenis baru dan lainnya, bahkan terhitung masih langka di Indonesia.
”Kends UPVC diharapkan sebagai produk asli dalam negeri, mampu mewujudkan keinginannya bersaing dengan produk-produk sejenis dari Jerman, China, maupun negara produsen lainnya,”paparnya.
Selain itu, tambah Nasir, Kends UPVC juga harus lebih inovatif lagi dalam menyajikan bentuk produknya di pasar lokal, regional maupun nasional.
Direktur PT Terryham Proplas Indonesia Syamsunar optimistis permintaan pasar ke depan sangat besar, mengingat Kends UPVC sebagai produk merupakan produk satu-satunya di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.
”Kita tetap optimistis Kends UPVC mampu memenuhi kebutuhan regional maupun nasional, dalam jumlah besar dan dalam waktu bersamaan sekalipun,”tuturnya.
(Suparman)





























































Komentar