Merawat Bhinneka Lewat Festival Bendera Merah Putih 2018

06/08/2018 6:18:33 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, BOGOR - Ribuan warga tampak antusias memadati Plaza Balaikota Bogor sejak Minggu (5/8/2018) pagi. Mereka datang dari berbagai elemen masyarakat serta berlatar belakang suku dan agama yang berbeda. Mereka tampak kompak mengenakan pakaian senada, yakni merah dan putih. Tidak sedikit pula yang menghias diri dengan atribut bendera Indonesia di wajah dan kepalanya.

Ya, kehadiran mereka untuk menyemarakan Festival Merah Putih Bogor 2018. Salah satu rangkaian acaranya adalah kirab bendera raksasa yang melintasi Jalan Juanda - Sudirman dan berakhir di Markas Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi).

Dalam kirab yang mengarak bendera berukuran 117 meter ini penyelenggara mengusung tema ‘Merah Putihku Satukan Kebhinnekaan’. Menurut Walikota Bogor, Bima Arya tema tersebut sangat relevan dengan apa yang dihadapi bangsa Indonesia akhir-akhir ini.

“Nasionalisme sangat dibutuhkan bukan saja saat menjelang tahun politik saja tapi bangsa ini sedang memasuki fase luar biasa berat karena tantangan atas keberagaman. Ada isu sentimen agama yang menguat hingga identitas politik. Disinilah kita meletakan nasionalisme sesuai dengan apa yang digagas founding father kita. Dan saya hormat dan apresiasi kepada Muspida Kota Bogor yang mendukung ini semua. Juga kepada semua elemen serta panitianya luar biasa atas terselenggaranya acara ini,” ungkap Bima Arya usai mengikuti kirab dengan berjalan kaki sekitar 3 kilometer itu.

Bima menjelaskan, bangsa Indonesia ditakdirkan sebagai bangsa besar yang sangat majemuk karena terdiri dari belasan ribu pulau dan dihuni oleh sekitar 250 juta jiwa dengan beragam latar belakang suku, etnis, agama dan budaya.

“Sebagai warga Bogor kita bangga dan menikmati kebersamaan yang diturunkan secara turun temurun oleh para pendahulu kita. Ikhtiar kebersamaan itu harus terus dirawat dengan unsur pemersatu, bukan unsur pemecah. Unsur pemersatu yang paling luar biasa adalah merah putih. Merah putih yang mempersatukan kita. Merah putih yang menguatkan kebersamaan. Kita bangga atas kebersamaan yang ada. Potret hari ini bukan saja potret miniatur Kota Bogor tapi Insya Allah merupakan potret potret miniatur Indonesia yang dimiliki oleh orang Bogor,” jelasnya.

Potret kebersamaan tersebut tampak jelas terasa dalam event itu. Latar belakang mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/Polri, pengusaha, aktivis sosial budaya, komunitas, pelajar, ibu rumah tangga, dan sejumlah profesi lainnya berbaur dalam keberagaman.

Salah satu peserta kirab adalah 45 santri dari Pondok Pesantren Al Ghazaly Kota Bogor. Para santriwan dan santriwati tampak bersemangat melantunkan Ya Lal Wathon atau mars Cinta tanah Air sepanjang perjalanan kirab.

“Cinta Tanah Air itu sebagian dari iman. Kegiatan ini kami jadikan sebagai ajang edukasi kepada para santri bahwa kemerdekaan itu harus dirawat dan dijaga. Kemerdekaan yang kita nikmati ini juga ada andil para santri ketika itu. 45 santri yang hadir dalam kirab ini menggambarkan tahun kemerdekaan Indonesia,” ungkap Penanggung Jawab Ponpes Al Ghazaly, Ustadz Turmudi.

Di tempat yang sama, Sekretaris Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor juga sangat mengapresiasi kirab Festival Merah Putih Bogor 2018 itu. Menurutnya, momentum festival ini untuk mengingatkan kita semua agar jangan menghabiskan waktu dan energi untuk membicarakan perbedaan dan keberagamaan yang ada di tengah-tengah kita.

“Mari kita syukuri segala perbedaan itu. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana menciptakan ruang dan suasana kehidupan berbangsa yang harmonis dimana setiap individu memiliki empati, toleransi dan penghormatan terhadap sesama. Inilah semangat dari Pancasila. Bagi kami, makna dari kemerdekaan dan nasionalisme lebih luas lagi, yakni bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi warga. Teman-teman dari HIPMI bekerjasama dengan Pemerintah akan terus mendorong itu,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Merah Putih Kota Bogor 2018, Muzakkir, mengatakan pihaknya ingin semangat kebersamaan dari Bogor ini bisa disebar bukan saja ke seluruh Indonesia, tapi juga dunia.

“Masih banyak rangkaian acara yang akan digelar hingga akhir Agustus nanti. Kegiatan ini adalah kegiatan masyarakat. Kami membuat kegiatan ini untuk menyatukan elemen masyarakat,” katanya.

Muzakkir membeberkan, kegiatan yang dimaksud mulai dari pemasangan bendera merah putih diseluruh jalan protokol Kota dan Kabupaten Bogor selama bulan Agustus sebanyak 17.845 buah, pembukaan upacara Festival Merah Putih 2018 di Kebun Raya Bogor yang direncanakan akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 11 Agustus 2018.

Ada juga rangkaian lainnya, seperti lomba kreativitas penyanyi jalanan, lomba mewarnai TK dan SD di pedestrian Kebun Raya Bogor, lomba gerak jalan baris berbaris tingkat SMP dan SMA, lomba paduan suara lagu kebangsaan, kemah kebangsaan, promosi pariwisata yang akan diangkat melalui pameran sketsa, kaulinan budak, hingga demo masak selebriti.

Dalam kirab Festival Merah Putih Bogor 2018 tadi, diarak bendera raksasa dengan panjang 100 meter dan ditambah 17 meter bendera pusaka yang berusia 50 tahun. Sedikitnya 206 pembawa bendera, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub hingga pelajar terlibat dalam pengibaran bendera raksasa itu. Kirab ini juga diikuti 2.000 orang yang datang dari berbagai komunitas. (Agha Dwi)