Obrolan “Sersan” APDESI bersama PWI : Kami Sangat Membutuhkan Peran Pers

Berita, Megapolitan615 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) sangat membutuhkan peran pers dalam setiap program pemerintahan yang dijalankan, apalagi adanya keterbukaan publik peran pers sangatlah penting. Ketua Apdesi Gunung Putri Udin Saputra saat gelar kegiatan obrolan serius tapi santai (Sersan) dalam kegiatan audensi dan sharing bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor Sekretariat Bogor Timur (Botim), Kamis (2/2/2023)

“Mengapresiasi akan keberadaan Sekretariat PWI Botim. Menurutnya, memang sangat diperlukan adanya wadah untuk wartawan yang ada diwilayah Bogor Timur khususnya, apalagi kini Botim akan menghadapi pemekaran,” kata Udin

“Intinya kami akan selalu mendukung dan support penuh, setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh PWI Bogor Timur, semoga setelah audiensi ini ada kerjasama berkepanjangan dengan Apdesi Gunung Putri, saya berharap Sekretariat PWI Botim yang dikomandoi Nay Nur’ain bersama kawan-kawan bisa memberikan informasi yang positif dan berimbang kepada masyarakat ditengah maraknya pemberitaan hoax atau berita bohong yang tidak bertanggungjawab ,” harap Udin

Koordinator Sekretariat PWI Bogor Timur Nay Nur’ain mengatakan, jika kegiatan hari ini adalah audiensi untuk memperkenalkan anggota PWI yang ada diwilayah Bogor Timur, sekaligus memaparkan program-program Sekret PWI Botim yang mungkin bisa dikerjasamakan dengan Apdesi Gunung Putri.

“Saya ucapkan terimakasih atas respon baik Apdesi Gunung Putri yang sudah menerima kami. Semoga pertemuan kali ini menjadi awal sinergi antara PWI Kabupaten Bogor Sekretariat Botim dengan Pemerintahan desa yang ada di Bogor Timur. Dan harapan kami, semoga acara kegiatan seperti ini bisa berlanjut di desa-desa lainnya di wilayah Bogor Timur” ucapnya

Lebih lanjut Nay mengatakan , untuk saat ini anggota PWI Kabupaten Bogor yang ada di wilayah Bogor Timur hanya ada 7 orang, dan tidak menutup kemungkinan dengan Sekretariat PWI Botim bisa menambah atau merekrut calon anggota untuk PWI Kabupaten Bogor, tentunya harus mengikuti mekanisme organisasi untuk memproses keanggotaannya.

ADEPSI Gunung Putri Bogor Timur saat gelar kegiatan obrolan “serius tapi santai” bersama PWI Kabupaten Bogor Sekretariat Bogor Timur (Botim)

“Ada syarat dan ketentuan yang berlaku untuk menjadi anggota PWI Kabupaten Bogor dan itu bersifat mutlak, adanya mandat dari Ketua PWI Kabupaten Bogor H. Subagiyo untuk menggaungkan PWI diwilayah Botim, maka kami membuka pintu untuk rekan-rekan jurnalis yang ingin bergabung menjadi anggota PWI Kabupaten Bogor,” ungkap Koordinator PWI Botim yang juga wartawati Harian Jurnal Bogor.

 Nay juga berharap, dirinya sebagai anggota PWI kabupaten Bogor dan juga dapat amanah menjadi koordinator Sekretariat PWI Botim mengajak para jurnalis yang ada di wikayah Botim, khususnya anggota untuk nejalin komunikasi dan tetap kompak serta menjunjung tinggi Peraturan Dasar dan Peraturan RUmah Tangga (PD-PRT) PWI dan Kode Etik Jurnalistik.

“Kami juga berharap, agar rekan-rekan anggota PWI Botim tetap menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan berbagai pihak. Yang penting, meski kita bersahabat dengan mereka namun sebagai kontrol sosial, maka pers tetap kritis secara konstruktif,” imbuhnya.

Sementara itu, Penasehat PWI Kabupaten Bogor Sekretariat Botim Piyarso Hadi, SIP lebih memaparkan mengenai tugas pokok dan funsi (tupoksi) organisasi PWI serta peran Pers dalam pembangunan pemerintahan di desa. Dirinya menyampaikan, bahwa organisasi PWI menjunjung tinggi profesi dengan profesional, berwawasan dan beretika setiap dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“PWI adalah organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia, karena lahir 77 tahun silam dimasa perjuangan kemrrdekaan Republik Indonesia, yakni pada tgl 9 Februari 1946. Sehingga menjadikan PWI salah satu organisasi profesi wartawan di Indonesia yang telah menjadi konstituen Dewan Pers,” ungkap Pemimpin Umum media siber inilahonline.com tersebut.

Hadi juga mengatakan, bhahwa Pers sangat penting bagi seluruh ruang lingkup kehidupan di dunia, karena pers merupakan pilar keempat demokrasi, melengkapi eksekutif, legeslatif, dan yudikatif,diera digital ini wartawan yang bertugas di Pedesaan khususnya, harus terus bersemangat membantu masyarakat memberitakan kondisi ekonomi dan sosial.

“Oleh karena itu penting artinya kerjasama yang baik dan saling terbuka antara perangkat Desa dan awak media, jurnalis, maupun wartawan. Sehingga sudah tidak zamannya lagi aparatur Desa bermain kucing-kucingan ketika para awak media membutuhkan informasi dan transparansi.,” tandas salah satu inisiator pembentukan PWI Kabupaten Bogor pada 2008 silam

Masih kata Hadi, selain itu, antar pemerintah desa di wilayah Botim diharpakan untuk bersinergi jalin kerjasam komunikasi secara intensif terkait rencana adanya pembentuukan daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur yang sudah disetujui oleh DPRD Jabar bersama Gubernur Jabar. Adapun wacana dan aspirasi pembentukan DOB Kabupaten Botim ini merupakan jawaban dari Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai bentuk peningkatan jangkauan pelayananmaksimal kepada warganya, mengingat wilayah Kabupaten Bogor tersebut sangat luas.

“Wilayah Kabupaten Bogor sangat luas, sehingga perlu dimekarkan dan saat ini pembentukan DOB tersebut hanya tinggal menunggu waktu dan menunggu ketok palu saja, yakni menunggu pencabutan moratorium pemekaran daerah baru yang sempat dihentikan oleh pemerintah pusat di era kepemimpinan presiden SBY lalu,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan ngobrol santai tersebut, Ketua Apdesi Gunung Putri yang juga Kepala Desa Ciangsana Udin Saputra, Sekjen Apdesi Gunung Putri juga Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir Arsyad, Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri, Kepala Desa Wanaherang Heri Sadewo, Penasehat Sekretariat PWI Bogor Timur Piyarso Hadi SIP , Koordinator Sekretariat PWI Bogor Timur Nay Nur’ain beserta pengurus dan anggota PWI Sekretariat Bogor Timur. (Ian Budi Lukito)

banner 521x10

Komentar