oleh

Pabrik Masker Ilegal di Cakung Beromzet Ratusan Juta Perhari Digrebek Polisi

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Sebuah gudang yang memproduksi masker secara ilegal digerebek Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di kawasan Pergudangan Central Cakung Blok I Nomor 11, Jalan Raya Cakung Cilincing KM 3, Jakarta Utara, Jumat (28/2/2020).

Polisi tiba di lokasi kejadian sekira pukul 11.00 WIB. Petugas langsung mendobrak pintu gudang dan menangkap basah para karyawan yang saat itu tengah bekerja memproduksi masker ilegal. Dari hasil penggerebekan itu, polisi menemukan 60 dus berisikan 3 ribu boks masker siap edar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, gudang itu merupakan milik PT Unotec Mega Persada izinya sebagai gudang untuk menyimpan alat-alat kesehatan, bukan untuk memproduksi masker.

“Awalnya pabrik itu cuman menyimpan, tapi tiba-tiba pabrik itu melakukan produksi masker. Tetapi masker itu memang palsu, tidak ada standar kesehatan,” ungkap Yusri.

Dalam penggerebakan ini, polisi telah mengamankan 10 pelaku diantaranya YRH sebagai penanggung jawab, EE penjaga gudang, D operator mesin, S dan LF sebagai sopir dan F, DK, SL, SF, ER sebagai pekerja. Mereka juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kesepuluh ini kita telah tetapkan tersangka, kemudian dikenakan Pasal di UU kesehatan, UU Perdagangan. Ancamannya adalah 5 tahun penjara ke atas, denda Rp50 miliyar,” kata Yusri.

Berdasarkan pengakuan mereka, lanjut Yusri, gudang ini mulai memproduksi masker secara ilegal sejak Januari 2020. Dia juga mengatakan mesin pembuat masker dari Tiongkok. Pabrik ini juga mengambil bahan-bahan untuk membuat masker dari Tiongkok.

“Mereka ini baru beroperasi sekitar bulan Januari 2020. Bahan-bahan itu seperti mesin pembuat masker hingga bahan juga dikirim dari Tiongkok,” ungkap Yusri.

“Jadi untuk satu hari pabrik masker ilegal ini kita hitung kasar berhasil meraup keuntungan mencapai Rp200 juta hingga 250 juta,” sambung Yusri.

“Saat ini pemilik gudang masih kita buru terkait keberadaannya. Kita juga tetap akan mengupayakan menangkap pemilik gudang,” pungkas Yusri.

Akibat perbuatannya, 10 pelaku itu dikenakan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan. Dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun dan atau pidana denda maksimal Rp 50 miliar.

(Cecep A)

Komentar