Pabrik Zam Zam Palsu Beromzet Rp.1.8 Miliar Digerebek Direskrimsus Polda Jateng

08/08/2018 14:22:42 Kategori: , ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Jawa Tengah berhasil membongkar pabrik pembuat air Zam Zam palsu, dengan merek La Lattul Water yang berlokasi di wilayah Pagilaran, Kabupaten Batang. Pabrik yang mulai beroperasi bulan Oktober 2017 sampai bulan Juli 2018 menghasilkan omzet senilai Rp 1,8 Miliar.

''Dibongkarnya produk air zam zam palsu ini berdasarkan hasil penyelidikan oleh anggotanya di lapangan, tidak berdasarkan laporan dari masyarakat,'' tegas Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Condro Kirono di Semarang ketika menjawab pertanyaan awak media dalam konperensi pers di Aula Krimsus, Banyumanik Semarang, Rabu (8/8/2018).

Menurut Kapolda, kejadian yang berhasil dibongkar ini berdasarkan pengamatan Satgas Pangan Polda Jateng, yang mengamati banyak beredar air zam zam di toko Perlengkapan Haji dan Umroh yang berasal dari Jawa Tengah.

''Berdasarkan hasil satgas pangan ini, ternyata hasil air zam zam yang berasal dari Jawa Tengah ini ternyata palsu,''paparnya.

Ia yang didampingi Direskrimsus Kombes Moh Hendra Suhartiyono mengatakan, pabrik air zam zam palsu yang dibuat dirumah kontrakan oleh CV Moya Janna berada di jalan Blado-Pagilarang Rt 03 Rw 01 Desa Blado Kecamatan Blado Kabupaten Batang, tidak memiliki ijin edar dari BPOM dan tidak memiliki SNI dan atau tidak mencantumkan label berbahasan Indonesia.

''Jadi produk ini sudah beredar di berbagai toko oleh-oleh haji dan umroh di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung," katanya.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menetapkan dua pemilil pabrik, masing-masing Y (37) dan E (54), sebagai tersangka. Sedangkan modus operandi yang dilaksanakan dengan mengisi kemasan air zam zam palsu (Al Lattul Water) dengan menggunakan sir isi ulang galon 19 liter merk Blado Oxy.

''Produk air zam zam tanpa izin edar dari BPOM ini berasal dari air minum kemasan yang diwadahi ulang dalam sejumlah botol dengan ukuran 10 liter, 5 liter, 1 liter dan kemasan botol ukuran 330 ml. Botol-botol tersebut dipasangi label sendiri sebelum didistribusikan,''paparnya.

Beredar di Wilayah Bandung

Terkait distribusi, Kapolda menjelaskan, air zam zam palsu diedarkan ke masyarakat melalui jalur darat dijual ke toko perlengkapan haji dan umroh di wilayah Bandung (Pasat baru dan Bojongsoang).

''Produk palsu ini yang tidak memiliki ijin eadar dari BPOM dan SNI ini, kini sudah ditarik dari peredaran,''ungkapnya.

Kapolda Jateng menghimau, kepada masyarakat supaya berhati-hati dan waspada terhadap air zam zam palsu yang beredar di pasaran. ''Melalui media massa ini kami imbau penjual yang masih mendapati produk dengan merek ini agar menariknya,''pintanya.

Menurut petugas, dari hasil penangkapan ini barang bukti yang berhasil diamnakan, diantaranya berupa puluhan kardus kemasan AMDK mrek Al Lattul Water dari berbagai ukuran, ratusan jerigen kosong dari berbagai ukuran, peralatan produksi yang digunakan untuk mengemas, ribuan lembar stiker dan label botol serta ribuan lembar plastik kemasan merek Al lattul Waer.

''Dari semua barang bukti tersebut, kini diamankan di Direskrimsus Polda Jateng,''ujar petugas.

Dari perbuatan ini, menurut Direskrimsus, kedua pelaku ini diancam dan dijerat dengan Undang-undang Nomor 3 tahun 2014 tentang perindustrian, Undang-undang Nomor 18 tahub 2012 tentang pangan, dan Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

''Dari ketiga pasal ini tersangka, ancaman hukuman bisa mencapai dua belas tahun,''tegas Direskrimsus.(Suparman)