Pameran Pembangunan Kota Bogor 2018, Dinkes Buka Layanan ‘Mobil Curhat’

Megapolitan494 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Dinas Kesehatan Kota Bogor membuka stand layanan konseling Mobil Curhat dalam Pameran Pembangunan Kota Bogor 2018 di Plaza Balaikota Bogor yang digelar 1-3 Maret 2018.

Koordinator Lapangan Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erni Yuniarti, mengatakan Mobil curhat atau antigalau diluncurkan 6 Juli 2014 atas kerjasama Pemerintah Kota Bogor dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, guna melayani curahan hati masyarakat tentang gizi, maupun keluarga.

“Silahkan masyarakat untuk curhat didalam mobil ini,” kata Erni pada InilahOnline.com, Jumat (2/3/2018).

Ia mengatakan, sejak dioperasikan, mobil curhat telah melayani masyarakat Kota Bogor, memberikan pelayanan konseling gizi, konseling dan deteksi penyakit tidak menular, penyakit menular, deteksi stress, VCT dan konseling berhenti merokok.

“Dinas Kesehatan melalui mobil curhat ini sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, melalui pendampingan, konsultasi masalah kesehatan dan gizi masyarakat,” ucap Erni.

Koordinator Lapangan Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erni Yuniarti

Kegiatan yang sudah berlangsung dua hari itu mendapat perhatian dari pengunjung yang datang. Mereka memanfaatkan fasilitas yang ada untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Seperti pemeriksaan kesehatan penyakit berisiko di mobil curhat, begitu juga pemeriksaan VCT HIV/AIDS dalam waktu 30 menit yang mau memeriksakan dirinya.

Erni berharap, masyarakat Kota Bogor dapat merespon keberadaan mobil curhat, dilihat dari banyaknya penyakit-penyakit baru, baik yang menular maupun tidak menular.

“Dengan adanya mobil curhat ini nantinya diharapkan dapat membantu kita mencegah meningkatnya jumlah penderita penyakit tidak menular. Karena penyakit ini menyangkut dengan gaya hidup masyarakat yang sekarang kurang memperhatikan pola hidup sehat,” tutur Erni.

“Untuk penyakit yang tidak menular, kami akan beri cara antisipasinya dan bagaimana cara pencegahannya. Begitu pun dengan penyakit yang menular, kami akan memberikan rujukan ke rumah sakit baik RSUD maupun rumah sakit penerima pasien BPJS,” tambahnya Erni. (Kristian Budi Lukito)

banner 521x10

Komentar