oleh

Para Pemilik Condotel Bogor Icon Best Western Lakukan Perlawanan Hukum Terhadap Pengembang PT GKA

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Para Pemilik Condotel Bogor Icon Best Western akan melakukan perlawanan hukum terhadap PT. Gapura Kencana Abadi (GKA). Pasalnya, mereka merasa dirugikan atas rencana pengembang yang merubah peruntukan condotel menjadi apartemen. Demikian dikatakan Direktur Lembaga Bantuan (LBH) Konsumen Jakarta Zentoni, SH, MH

“Kami selaku kuasa hukum para pemilik condotel akan membawa masalah ini ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Jakarta. Para pemilik condotel tersebut sangat dirugikan karena pada saat transaksi awal fungsinya atau peruntukannya adalah untuk Condotel dan bukan Apartemen,” kata Zentoni kepada inilahonline.com, Selasa (29/9/2020)

Menurutnya, LBH Konsumen Jakarta telah resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum oleh Para Pemilik Condotel Bogor Icon Best Western melawan PT. Gapura Kencana Abadi selaku Pengelola, berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 29 September 2020, sehingga pihaknya akan melakukan langkah-langkah hukum untuk membela kepentingan pemberi kuasa, dalam hal ini para pemilik condotel terswebut.

“Kami menilai, bahwa permasalahan ini bermula dari adanya surat Nomor: 284/PS-GKAHM/VIII/2020 tertanggal 12 Agustus 2020 perihal Laporan Keuangan Pengelolaan Januari-Juni 2020 dan Proyeksi Biaya Operasional Hotel Januari-Desember 2020 dan surat Nomor: 285/GKAHM/IX/2020 tertanggal 16 september 2020 perihal Surat Pemberitahuan,” jelas Zentoni kepada inilahonline.com, Selasa (29/9/2020)

Selain itu Zentoni menjelaskan, dengan adanya dua surat tersebut, yang intinya berisi tentang desakan dari PT. GKA selaku Pengelola agar Para Pemilik Condotel Bogor Icon Best Western segera melakukan top up dana sesuai dengan luas unit yang dimiliki mulai dari yang terkecil seluas 24,38 M2 dengan kewajiban top up dana sebesar Rp. 8.795.961,-

“Sedangkan top up itu oleh pngembang diberi batas waktu maksimal tanggal 30 September 2020 dan jika terlewati maka status Condotel akan dirubah secara otomatis menjadi Apartemen. Jelas kebijaakan pengembang ini dinilai melakukan perbuatan yang semena-mena,” ujarnya.

Zentoni juga menegaskan, dengan adanya kedua surat itu, maka tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Para Pemilik Condotel Bogor Icon Best Western, dikarenakan akan sangat merugikan mereka karena pada saat transaksi awal fungsinya atau peruntukannya adalah untuk Condotel dan bukan Apartemen.

“Alasan penolakan lainnya adalah sampai saat ini bukti kepemilikan para pemilik unit condotel Bogor Icon Best Western hanya berupa AJB saja dan seharusnya sudah Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun, dikarenakan pembelian telah lunas,” ungkapnya

Lebih lanjut Zentoni mengatakan, terkait konflik antara Para Pemilik Condotel Bogor Icon Best Western dengan PT. GKA Pengelola, LBH Konsumen Jakarta selaku Kuasa Hukum berencana akan membawa persoalan ini ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Jakarta.

“Langkah hukum yang kita tempuh ini, karena sesuai dengan pilihan hukum dalam penyelesaian perselisihan yang disepakati antara Para Pemilik Condotel Bogor Icon Best Western dengan PT. Gapura Kencana Abadi,” imbuhnya. (Piya Hadi)

Komentar