Parpol Koalisi Diminta Mensosialisasikan Sudirman Said-Ida Fauziyah Sampai Tingkat Bawah

Daerah, Politik433 Dilihat

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Koalisi partai pendukung utama pasangan Cagub-Cawagub 2018 Sudirman Said-Ida Fauziyah, yang dikomandani Partai Gerindra meminta agar partai koalisi ini mulai bekerja menyosialisasikan calon sampai ke akar bawah. Ini semua dilakukan supaya popularitasnya bisa menyaingi incumben.

”Kami akan membagi tugas, masing-masing antara parpol koalisi di 35 kabupaten dan kota, segera kebawah menyosialisasikan. Di basis masa hijau kami serahkan hijau, basis putih serahkan putih, basis biru ya kita serahkan ke PAN,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Abdul Wachid di sela acara peringatan HUT Gerindra ke 10 Tahun, Selasa (6/2/2018).

Menurut Wachid, pihaknya yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah, berharap parpol koalisi memanfaatkan basis masanya sampai ke tingkat paling bawah.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperkuat soliditas dan komunikasi dengan jajaran Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya. Sementara Partai Amanat Nasional (PAN) beserta Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memperkuat soliditas dengan basis masa dari Muhammadiyah.

”Kalau bisa mensolidkan, serta bekerjasama dan bisa memenangkan pasangan calon kita, ini akan menjadi modal kami,”ujarnya.

Wahid mengakui, calon petahana Ganjar Pranowo merupakan lawan yang memiliki popularitas yang masih di atas angin. Apalagi Ganjar diusung oleh partai penguasa pemerintahan saat ini di Indonesia, sehingga sudah memiliki bekal yang kuat. Maka butuh kerja keras antar parpol koalisi.

”Sebagai lawan dari incumben memang harus bekerja keras. Salah satunya adalah membangun popularitas Sudirman Said-Ida sampai ke gunung-gunung dan desa-desa, kami akan kejar ke sana. Popularitas memang masih ketingglan sekarang,”katanya.

Kendati demikian, Wachid optimistis Pilgub kali ini pihaknya akan tetap menang. Mengingat Ida fauziyah memiliki basis masa dari kalangan perempuan, yang biasanya cenderung solid.

”Yang jelas pemilih perempuan tetap akan memilihnya,”ujarnya.

Ia menjelaskan, selain mendorong parpol koalisi untuk bekerja keras, pihaknya berharap sayap-sayap partai harus turun ke bawah, untuk sosialisasikan calon. Jika semuanya bergerak bersama, maka Jateng yang disebut kandang banteng akan berubah.

”Jateng harus kita ubah, kita ganti pemimpinnya, kalau melihat kinerja pemerintah dari 2013 sampai 2018 saya lihat ternyata belum berhasil. Kita wajib rebut provinsi Jateng,”tegasnya.

Ketua Partai Jadi Juru Kampanye

Wachid mengungkapkan, selama masa kampanye mendatang, para Ketua Umum parpol koalisi akan datang ke Jateng untuk menjadi juru kampanye (jurkam). Termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

”Anies dan Sandi sudah bicara ke saya akan turun ke Jateng. Apalagi Pak Sudirman Said adalah dapurnya mas Anies-Sandi, dia sebagai Ketua Tim Sinkronisasi,”paparnya.

Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro, menambahkan, pihaknya tidak akan menggunakan cara-cara negatif untuk pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah, semisal dengan black campaign serta cara-cara yang tidak terpuji.

”Koalisi yang mengusung Sudirman-Fauziyah tetap menjunjung tinggi etika dan cara-cara yang terpuji,”paparnya.

Menurutnya, figur yang dicalonkan sudah memiliki kelebihan yakni integritas dan bersih dari kasus hukum. Maka, tinggal menyusun program yang benar-benar diharapkan oleh masyarakat Jateng, misalnya kemiskinan dan kesejahteraan petani.

”Untuk mendapatkan suara yang banyak di wilayah Jateng, wilayah pantura Insya Allah bisa kita kuasai, tapi yang terberat tetap di di Solo Raya,”katanya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar