Pasca Banjir Pekan Lalu, Gubernur DKI Jakarta Tinjau Situasi Bendungan Katulampa

Megapolitan, Nasional416 Dilihat

InilahOnline.com (Kota Bogor) – Persoalan banjir di Jakarta tak luput dari luapan air kali Ciliwung yang datang dari Bogor. Apalagi, saat terjadi pada Senin lalu (5/2/18), dimana debit air di bendung Katulampa meningkat hingga mencapai 240cm (Siaga I) yang menyebabkan sejumlah wilayah terkena banjir lintasan, terutama di wilayah Jakarta yang merupakan akhir dari aliran air kali Ciliwung.

Atas peristiwa itu, Guberbur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung turun ke Bogor untuk meninjau kondisi dan situasi terkini di bendung Katulampa.

Anies pun menyampaikan, bahwa kedatangannya itu ingin melihat langsung situasi bendung Katulampa.

“Senin lalu debit air di Katulampa meningkat mencapai 240cm (Siaga I), akibatnya intensitas air di Ciliwung meluap dan sampai ke Jakarta. Nah, kedatangan kami kesini salah satu upaya untuk mencegah terjadinya banjir,” ungkap Anies disela meninjau bendung Katulampa, Senin (12/2/2018).

Anies mengaku, untuk pencegahan banjir ini Pemprov Jakarta dan Pemkot Bogor terus berkoordinasi, bahkan memberi bantuan dalam pembuatan kolam ritensi di wilayah Cibuluh Bogor.

“Jadi, ini adalah kunjungan pertama Gubernur DKI ke Walikota Bogor, bagi saya prinsifnya saya akan melakukan apapun yang harus dikerjakan untuk menyelamatkan Jakarta dari banjir dan saya siap menemui siapapun yang ada kaitannya dengan peyelamatan Jakarta dari banjir. Ini tanggung jawab saya dan saya akan lakukan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Sementara Wali Kota Bogor, Bima Arya mengungkapkan, banjir yang terjadi di Jakarta itu tentu harus ada kerjasama antara Pemkot Bogor dengan Pemprov DKI Jakarta. Artinya, Pemkot Bogor dan Jakarta harus bisa bekerjasama untuk semaksimal mungkin menahan atau mengelola air di Bogor dengan membangun Sumur Resapan dan Kolam Ritensi.

“Tadi saya mengajak dan menunjukkan kepada gubernur titik kolam ritensi di Cibuluh yang mendapatkan bantuan Rp10 miliar dari Jakarta. Nah, untuk mencegah dan meminimalisir banjir, saya akan mengajukan proposal kepada Pemprov DKI Jakarta, jadi kita ingin memperbanyak wilayah serapan air dibeberapa titik wilayah yang diperlukan,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa kolam ritensi dan sumur resapan itu merupakan tempat pengelolaan air yang melintas di kali ciliwung.

“Jadi, air itu diserap dan dikelola di Bogor, bukan semuanya dibuang ke Jakarta dan ini perlu duduk bersama dalam mendesaign apa saja yang diperlukan di Bogor,” ucapnya. (ian)

banner 521x10

Komentar