oleh

Peduli Sesama Bantu Pasien Redakan Derita Thalasemia, PDDI Dorong Kaum Millennials Donor Darah

INILAHONLINE.COM, BOGOR

PDDI jadi wadah para relawan pendonor darah di Indonesia yang mampu menggerakkan partisipasi kaum millennials di Bogor untuk peduli sesama. Dengan menyumbangkan setetes darah, mereka telah berkontribusi kepada sesama, khususnya penderita Thalasemia.

“Dengan eksisnya organisasi ini, semoga dapat menyadarkan warga Bogor, terutama generasi millennials betapa berharganya pertimbangan darah untuk pasien yang membutuhkan donor darah, salahsatunya penderita Thalasemia,” ungkap Dicky Ramadhani, Ketua PDDI di Lapangan Kresna Bumi Indraprasta 1 Kota Bogor, Selasa (17/9/2019).

Kegiatan itu dilakukan dalam rangka peringatan HUT ke-74 Palang Merah Indonesia (PMI) dengan prinsip Tri Bakti Palang Merah Remaja (PMR). PMR juga diharapkan lebih peduli. “Dengan upacara peringatan HUT ke-74 PMI, sejumlah PMR, Relawan PMI Kota Bogor beserta PDDI dan sejumlah kepala sekolah harus bahu membahu berjuang menghimpun pendonor darah,” tandanya.

Para pasien belakangan ini sangat membutuhkan darah, terutama penderita Thalasemia. Kasus penyakit Thalasemia di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit Thalasemia ini.

Berdasarkan data dari Yayasan Thalasemia Indonesia bahkan angkanya terus meningkat sejak 2012, di mana dari 4.896 kasus terus meningkat menjadi hingga 8.616 kasus pada 2017. Apakah sebenarnya penyakit Thalasemia itu?

Thalasemia merupakan sebuah penyakit di mana terdapat kelainan sel darah merah, sel tersebut mudah pecah sehingga para pengidapnya membutuhkan transfusi darah. Namun demikian, transfusi darah akan menyebabkan tubuh kelebihan zat besi. Saat tubuh kelebihan zat besi, maka risiko yang mungkin terjadi adalah komplikasi, seperti gagal jantung, diabetes, gangguan ginjal, osteoporosis dan masih banyak lagi.

Sedangkan bila Thalasemia tidak ditangani dengan transfusi darah akan menyebabkan anemia akut dan akan berakibat fatal. Apakah hal yang menjadi penyebabnya? Rupanya Thalasemia merupakan penyakit genetik yang diwariskan oleh orangtua, dengan kata lain penyakit ini tidak menular.

Terdapat dua jenis Thalasemia, yaitu mayor dan minor. Pada kondisi Thalasemia mayor, penderita membutuhkan transfusi darah seumur hidupnya. Sementara Thalasemia minor hanyalah pembawa yang kondisi tubuhnya sama sebagaimana orang normal.

Thalasemia terjadi ketika ada kelainan atau mutasi pada salahsatu gen yang terlibat dalam produksi Hemoglobin. Jika hanya satu orangtua yang menjadi pembawa Thalasemia, maka Moms mungkin menderita Thalasemia minor. Jika kedua orangtua Moms adalah pembawa Thalasemia, maka peluang lebih besar untuk mewarisi bentuk penyakit yang lebih serius. “Dengan makin berkembangnya PDDI ini semoga para pasien Thalasemia bisa memperoleh manfaat makin besar,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Bogor, Edgar Suratman sangat mendukung keberadaan PDDI. “Banyak manfaat dari donor darah, salahsatunya yaitu tubuh menjadi ringan dengan mengalirnya darah yang baru. Saya sangat mendukung organisasi para relawan ini karena sangat membantu pasokan darah bagi yang membutuhkan. Semoga Bogor memiliki generasi peduli sesama manusia melalui wadah PDDI dan Palang Merah Indonesia,” ungkapnya.

Nahar Suparman selaku Humas PDDI menambahkan, kepedulian kaum millennials diharapkan terwujud dengan mengajak warga Bogor untuk berpartisipasi dalam acara peringatan HUT ke-74 PMI di Lapangan Sempur Kota Bogor, Minggu (29/9/2019).

“PDDI pasti akan hadir di acara tersebut sebagai wadah informasi donor darah. Selain donor darah bakal ada senam dan pemeriksaan kesehatan gratis. Maka dari itu diharapkan warga Bogor dan sekitarnya dapat hadir dan berikan kepedulian dengan berpartisipasi pada acara tersebut dan mau mencoba donor darah,” ujarnya.

(Cheyne Amandha Miranda)

Komentar