oleh

Pembangunan Tiga Sabo Dam Penahan Banjir Lahar Gunung Merapi

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Kementerian PUPR membangun tiga sabo dam di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pembangunan sabo dam untuk menahan sendimentasi lahar dingin dari Gunung Merapi tersebut, menggunakan dana APBN 2020 sebesar Rp 60 miliayar.

Ke tiga sabo dam tersebut, dibangun di aliran Kali Pabelan, di Desa Kapuhan, Kecamatan Sawangan. Kemudian di Desa Dukun, Kecamatan Dukun, di Sungai Lamat. Sabo Dam Kali Bebeng, di Desa Nglumut, Kecamatan Srumbung.

Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Dirjen SDA, Kementerian PUPR, Gunawan Suntoro, Selasa (22/12-2020) mengatakan, pembangunan sabo dam di Magelang ada tiga paket. Tiga paket tersebut terdiri dari tiga pembuatan baru dan satu rehap.

“Kalau di Magelang kebetulan ada tiga paket. Tiga paket itu terdiri dari pembuatan di Dukun (Lamat), kemudian di Srumbung (Bebeng). Untuk di Kapuhan satu lokasi di Kali Pabelan,” kata Gunawan saat ditemui di sela-sela tasyakuran di Balai Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.

Selain membangun tiga sabo dam, juga merebah satu dam yang total anggarannya sekitar Rp60 miliar. Kemudian ukuran dari tiga sabo dam yang dibangun tersebut berbeda-beda tergantung dengan lebar sungainya.

Menurut Gunawan, tujuan utama pembangunan sabo dam, katanya, untuk mengendalikan lahar dingin dari Merapi. Jika lahar dingin terkena hujan kemudian terbawa bisa ditertahan sendimen di sabo dam dan tidak membahayakan yang berada di hilir.

“Utamanya untuk mengendalikan lahar dingin dari Merapi. Karena ketika nanti lahar dingin yang di Merapi, kemudian kena hujan. Sekarang masih banyak itu ketika ada hujan sehingga terbawa semua untuk menahan sendimen tersebut tidak membahayakan di hilirnya,” tuturnya.

Diharapkan, pembangunan sabo dam ini bisa bermanfaat bagi warga masyarakat di tengah pandemi Corona ini. Hal ini menunjukkan Kementerian PUPR bisa bekerja membangun untuk masyarakat. “Semoga ini bermanfaat buat masyarakat di tengah pandemi ini menunjukkan Kementerian PUPR bisa kerja membangun untuk masyarakat,” ujarnya.

Sabo Dam, selain untuk menahan lahar dingin, katanya, keberadaan sabo dam juga dimanfaatkan untuk irigasi warga masyarakat. Sebagaimana yang berada di sabo dam Kapuhan juga dimanfaatkan untuk irigasi warga masyarakat.

“Semua tergantung kebutuhan di masyarakat sekitar. Kebetulan yang di Kapuhan ini di Sungai Pabelan tujuan kedua untuk irigasi. Tadi disampaikan Pak Lurah (Kades) ada 4 desa yang menerima manfaat yakni Desa Kapuhan, Krogowanan, Butuh dan Jati,” katanya.

Kepala Desa Krogowanan Sugiyono menambahkan, pembangunan ini atas aspirasi warga desa yang disampaikan kepada anggota DPR RI Sujadi. Kemudian, pemanfaatan dari sabo dam yang berada di Desa Kapuhan khusus di wilayah Desa Krogowanan ada sekitar 80 hektare lahan pertanian. Kemudian, Kapuhan sekitar 20 hektare, Butuh sekitar 10 hektare dan Jati sekitar 10 hektare.

“Total sekitar 120 hektare yang memanfaatkan irigasinya. Ini sudah bisa dimanfaatkan untuk mengaliri musim tanam ini. Dulu setahun 2 kali, sekarang setahun bisa 3 kali panen,” tuturnya. (ali subchi)

Komentar