Pemberantasan Narkoba di Jateng, Pengedar Sabu-Sabu Seberat 2 Kg Ditembak Petugas Karena Melawan

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Kinerja pemberantasan terhadap narkoba yang akan beredar di di Jawa Tengah dan sekitarnya, kini harus berpikir panjang karena tim yang diturunkan setiap saat akan melakukan penangkapan terhadap penjualan barang haran tersebut.

”Tidak ragu-ragu dan tidak segan-segan tim yang diturunkan akan melakukan penembakan terhadap pelaku yang melakukan peredaran narkoba di wilayah Jateng,”Ujar Kepala Bidang Pemberantasan Narkoba BNNP Jateng AKBP Suprinarto, Rabu (27/2/2019).

Menurutnya, pihaknya kembali berhasil menangkap pengedar sabu-sabu seberat 2 Kg, pada saat berhasil keluar dari pintu tol Pejgan Brebes, Rabo (25/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam penindakan terhadap dua pengedar barang terlarang berinisal IS dan SB.

”Saat akan dilakukan pemeriksaan salah satu dari pengedar melakukan perlawanan, sehingga petugas terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan,”paparnya.

Ia menjelaskan, pada saat petugas melakukan penyergapan kedua tersangka berada di dalam mobil Toyota Avanza warna silver, sehingga kami temukan barang bukti sabu-sabu seberat 2 Kg, yang disembunyikan di kusi bagian depan mobil tersebut.

”Karena dari dua tersangka salah satunya terpaksa kami lumpuhkan, karena melawan petugas yang dinilai cukup membahayakan keselamatan,”ujarnya.

Namun demikian, menurutnya, untuk megelabuhi petugas barang yang diperkirakan senilai Rp 3 miliar ini, dimasukkan kedalam kemasan teh yang ditutup rapi seperti baru. Padahal, itu isinya sabu-sabu dimasukkan dalam kemasan teh dan ditututp seperti kemasan aslinya.

”Modus seperti inilah yang menjadi kecurigaan petugas, sehingga tim tidak akan lengah terhadap kejadian seperti itu,”paparnya.

Dalam pemeriksaan menurut Suprinarto, sabu-sabu tersebut dibawa oleh dua orang pengedar dari Jakarta, atas perintah seorang nara pidana yang masih menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan, yang kini masih dalam pengembangan aparat.

”Pengakuan tersangka mereka diperintah nara pidana dari salah satu lapas. Barang terlarang itu rencananya akan diedarkan di wilayah Solo Raya,”ujarnya.

Untuk memutus mata rantai jaringan peredaran narkoba di wilayah Jateng ini, pihaknya masin terus melakukan pegembangan dan membongkar jaringan peredaran kedua pengedar yang dikendalikan dari balik lapas tersebut.

”Kami terus melakukan pengembangan untuk menjerat terhadap pelaku lain, yang menjadi otak terhadap keduanya,”tegasnya.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar