oleh

Pemkot Bogor dan BPJS Kesehatan Gelar Rakor UHC

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Dalam rangka penguatan Universal Health Coverage (UHC), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama BPJS Kesehatan menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektor program jaminan kesehatan.

Kegiatan dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat di Paseban Surawisesa, Balai Kota Bogor, Kamis (8/8/2019).

Ade mengungkapkan, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Bogor mendekati paripurna. Sebab, warga Kota Bogor sudah tercover baik dan semuanya sudah mendapat haknya. Dalam program JKN dirinya berharap Kota Bogor bisa mencapai 100 persen.

“Oleh karena itu dengan rapat koordinasi penguatan UHC kami ingin mengevaluasi penyelenggaraan JKN pada semester pertama dan ingin mewujudkan komitmen bersama,” kata Ade.

Dalam penyelenggaraan JKN ada beberapa permasalahan yang harus dipahami bersama. Permasalahan tersebut antara lain alur yang belum optimal, tunggakan peserta dan di non aktifkannya 218 ribu peserta. Hal ini tentunya perlu didiskusikan bersama dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan.

Terkait permasalahan tersebut Ade meminta peserta yang di non aktifan ini diverifikasi oleh Dinsos dan Disdukcapil. “Kami minta dalam waktu satu bulan verifikasi data dapat diselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Rubaeah mengatakan, UHC Kota Bogor sudah mencapai 85 persen. Namun ada info pada akhir Juli bahwa ada masyarakat kurang mampu yang dinonaktifkan yang mendapat bantuan dari pusat. “Hal ini tentunya harus ditindak lanjuti,” ujarnya.

Rubaeah menyebutkan, dari pertemuan hari ini disepakati untuk saling berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bappeda, Disdukcapil, BPJS Kesehatan serta Puskesmas yang menangani langsung masyarakat.

(Periksa Ginting)

Komentar