oleh

Pemkot Bogor dan Puslitbangnak Gelar Bursa Hewan Qurban

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Balitbangnak) melalui Pusat Penelitian Dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) menggelar acara Bursa Hewan Qurban (BHQ) ke-20 di Lapangan Puslitbangnak, Jalan Raya Pajajaran, Bogor Utara, Selasa (6/8/2019).

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, pada kegiatan BHQ ke-20 ini Pemkot Bogor terbantu dalam hal ketertiban dari penjual hewan Qurban yang dahulu tersebar di atas trotoar dan badan jalan, kini menjadi terpusat di Balitbangnak.

“Kota Bogor sangat terbantu terutama masalah ketertiban dari penjual hewan qurban. Yang sebelumnya tersebar kadang menggunakan badan jalan atau trotoar, dengan adanya Bursa Hewan Qurban ini bisa tersentralisasi, tidak di mana-mana tetapi difasilitasi di sini. Jadi tertib kemudian penjual serta pedagang bisa bertemu di sini,” ujar Dedie.

BACA JUGA : Jelang Idul Adha 1440 H, Penjual Hewan Kurban Mulai Ramai di Kota Bogor

Dedie melanjutkan, beberapa waktu lalu ia telah membuka acara sosialisasi tata cara pemotongan hewan Qurban dan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha). Dia menuturkan, untuk menjadi Juleha tidaklah mudah, sebab membutuhkan 13 keahlian khusus, yakni ASUH yang merupakan akronim dari Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

Pemkot Bogor, kata Dedie, juga akan melakukan pemeriksaan hewan qurban di seluruh Kota Bogor dengan dibantu dari Dinas Pertanian. Selain itu, ia meminta agar pendistribusian hewan qurban tidak menggunakan kantong plastik hitam.

“Kita ingin memastikan bahwa hewan Qurban yang dijual ke masyarakat yang nantinya akan didistribusikan ke penerima harus dipastikan sehat dan sesuai dengan syariat islam. Hasil penyembelihan jangan lagi menggunakan kantong plastik hitam, karena plastik hitam hasil penelitian mengandung toksin yang tinggi atau racun,” tegasnya.

Dalam acara tersebut hadir pula Kepala Balitbangnak Dr Fadjru Djufri dan Kepala Puslitbangnak Dr Atien Prianti Sudardjo.

(Periksa Ginting)

Komentar