oleh

Pemuda Gatran Sepakat Memajukan Desa Jadi Wisata Alam

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Semangat pemuda Dusun Gatran, Desa Gndangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, patut menjadi contoh. Sebab mayoritas pemuda lulusan SMA/SMK, justru mengabdi demi kemajuan desanya untuk menjadikan desa wisata edukasi penghasil kopi, serta mempertahankan budaya guna menjaga alam dan lingkungan.

“Nama yang kami ambil adalah Janari, merupakan akronim dari jaga alam dan nikmati alam yang lestari,” kata Koordinator desa wisata Desa Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Handoyo, pada Soft Opening Desa Wisata Janari, Senin (29/3-2021).

Nama ini, lanjut Handoyo, sudah cukup mempresentasikan apa yang akan dipersembahkan kepada tamu dan wisatawan. Karena ada beberapa hal yang ingin diangkat sebagai menu atau pilihan edukasi, seperti pembuatan makanan tradisional, melihat dari dekat pertanian lokal, kesenian tradisional yang masih terjaga, dan juga edukasi kopi.

“Tamu yang hadir akan suguhi makanan dan minuman tradisonal. Makanan yang disuguhkan ketela, kimpul, midro, dan hasil olahan dari bahan tersebut. Sedangkan minuman yang disuguhkan adalah The Gantoel, Jahe Serai, dan Trasan (teh hijau).,” ujarnya.

Dalam pembukaan Soft opening, ditandai dengan pemotongan tumpeng nasi jagung dan pemukulan kentongan. Menariknya lagi, adalah penampilan seni tari soreng anak dan drama musical yang menggambarkan keseharian masyarakat di desa.

Yakni kehidupan para petani yang berangkat ke ladang dengan diiringi lagu jawa oleh pesinden cilik, anak-anak yang bermain permainan tradisional dengan gembira, dan penampilan seni beladiri Pencak Silat.

Bahkan dalam acara tersebut, juga ada permainan anak-anak yang menggunakan gasing, serta permainan tradisional lainnya. “Permainan tradisional inilah masih kami pertahankan, agar anak-anak tidak tergerus oleh permainan dan budaya asing,” jelasnya.

Selain itu, para wisatawan juga diajak untuk melihat dan melakukan praktik pembuatan nasi jagung, mulai dari menumbuk jagung menggunakan alu dan lumping, wiatawan juga diajak untuk memasak nasi jagung.

Pembuatan nasi jagung dimulai dengan menghaluskan jagung di lumpang dengan cara Ditutu (ditumbuk). Setelah halus, jagung kemudian diayak dan mulai dimasak dipawon menggunakan Dandang. Lalu proses selanjutnya adalah seperti ngemeh dan kukus.

Acara yang dilakukan adalah pemanenan tomat organik, pemanenan cabai, dan sayuran lainya. Kemudian sayuran yang telah dipanen akan dikemas bersama-sama, dan wiatawan diajak menanam bibit kopi secara masal.

“Mengenal perawatan tanaman kopi, petik kopi, dan proses pengeringan biji kopi hingga menjadi kopi siap saji. Yang menarik dari edukasi ini adalah beberapa proses yang masih tradisional,” tambahnya. (ali subchi)

Komentar