oleh

Pengrajin Kuningan Juwana Lesu, Butuh Perhatian Pemerintah

INILAHONLINE.COM, PATI

Geliat pengrajin kuningan di wilayah kecamatan Juwana, Pati saat ini tengah mengalami kelesuan. Hampi dua tahun terakhir pengrajin di Juwana perlahan mulai gulung tikar lantaran berbagai hal yang di alami, mulai dari pasar kerajinan yang lesu, bahan baku sulit dan harganya yang tinggi.

“Dari sebanyak itu pengrajin kuningan di Juwana, kini bisa dihitung dengan jari yang masih tetap bertahan,” ujar Kepala Desa Tluwah, Juwana, Sudarto yang juga pengrajin kuningan.

Menurutnya, hanya ada dua pengrajin kuningan di Juwana yang masih mampu bertahan dari tekanan berat sepinya pemasaran kerajinan kuningan, “Tinggal pengrajin kuningan Sampurna dan Khrisna saja. Karena dua pengrajin ini, berdiri lebih dari lima puluh tahun lalu dan memiliki modal besar, jadi tahan dari tekanan apapun,” ujar Sudarto, Sabtu (10/8/2019).

Seperti diketahui, produk kerajinan kuningan Juwana memang sempat menguasai pasar kerajinan kuningan di Indonesia. Bahkan kerajinan kuningan juwana dimasa jayanya ekspor ke manca negara.

Menurunnya pelaku kerajinan kuningan juwana menjadi sebuah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pemerintah Daerah Pati, Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat harus segera memberikan bantuan permodalan dan pemasaran khususnya luar negeri, sehingga nantinya geliat pengrajin kuningan di Juwana akan kembali tumbuh dan berkembang. “Jika pemerintah membantu, saya kira kelesuan industri kuningan Juwana bisa diatasi,” pungkas Sudarto.

(Heru Christiyono Amari)

Komentar