oleh

Penyampaian SPT Tahunan PPh di Provinsi Jawa Tengah Tergolong Masih Rendah

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Tingkat kesadaran Wajib Pajak (WP) dalam menyampaikan SPT Tahunan, untuk Pajak Penghasilan (PPh) di Jawa Tengah tergolong masih rendah. Pasalnya hingga 2 April kemarin penyampaikan SPT Tahunan PPh baru mencapai 55%.

Berdasarkan data Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I Wajib Pajak yang telah menyampaikan SPT Tahunan PPh, hingga 2 April 2018 baru tercatat sejumlah 575.978 Wajib Pajak atau 65,60 persen, dari total 877.955 Wajib Pajak yang wajib menyampaikan SPT Tahunan.

Jumlah tersebut terdiri dari 76.092 Wajib Pajak Badan, 141.671 Wajib Pajak Non Karyawan, dan 660.192 Wajib Pajak Karyawan yang wajib menyampaikan SPT Tahunan PPh di lingkungan Kanwil DJP Jawa Tengah I.

”Penyampaian SPT Tahunan PPh melalui eFiling juga telah mencapai 82,79% dari target yang telah ditetapkan,”kata Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I, Irawan di Semarang.

Dijelaskan, dari sisi penerimaan sampai dengan 2 April 2018, Kanwil DJP Jawa Tengah telah berhasil mengumpulkan total penerimaan sebesar Rp 5,33 Triliun atau 16,72 persen dari target penerimaan Kanwil DJP Jawa Tengah I tahun 2018 sebesar R p32,33 Triliun.

Adapun penerimaan tersebut terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas Rp 2,7 triliun, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp 2,66 triliun, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor Perkebunan, Perhutanan, dan Pertambangan (P3) sebesar Rp 0,08 miliar dan sisanya sebesar Rp 62,32 miliar disumbang dari pajak lainnya.

”Kanwil DJP Jawa Tengah I mengimbau masyarakat yang belum menyampaikan SPT Tahunan PPh, WP Badan agar jangan menumpuk di sekitar batas waktu 30 April 2018. Batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh WP Badan dan pembayaran PPh Kurang Bayar adalah 30 April 2018,” ujarnya.

Menurutnya, Kanwil DJP Jateng I akan memberi sanksi Rp 1 juta untuk keterlambatan penyerahan SPT Tahunan PPh Badan ditambah 2 persen dari kurang bayar pajak bagi WP badan usaha yang sengaja terlambat menyampaikan SPT Tahunan tahun pajak 2017.

”Tindakan tegas itu perlu dilakukan karena selama ini Kanwil DJP Jateng I, telah melakukan berbagai langkah-langkah persuasif untuk meningkatkan kepatuhan WP mulai dari memberi teguran melalui surat. Jika surat itu diabaikan maka akan ada tindakan berupa Surat Tagihan Pajak (STP),” tegasnya.

Disamping itu, Kanwil DJP Jateng I juga sudah berupaya untuk mengingatkan kewajiban penyampaian SPT Tahunan, dengan mengundang pemberi kerja untuk mendapatkan pencerahan mengenai pentingnya membayar pajak.

Selain itu, juga melakukan upaya menjemput bola, yaitu menyediakan gerai pajak di pusat perbelanjaan di kota semarang, serta sebelum batas penyampaian SPT Tahunan PPh WP Orang Pribadi pada 31 Maret 2018 lalu, seluruh Kantor Pelayanan Pajak telah memperpanjang jam pelayanan untuk WP dengan membuka layanan juga pada hari Sabtu.

”Kanwil DJP Jawa Tengah I mengharapkan komitmen dari seluruh WP agar kedepannya dapat menjadi WP yang patuh demi terwujudnya NKRI yang mandiri dan sejahtera,”tegasnya.(Suparman)

Komentar