Penyesuaian Tarif Air, Sentul City Undang Warganya untuk Musyawarah

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Menindaklanjuti permasa permasalahan pengelolaan air bersih yang sempat viral beberapa waktu lalu di perumahan Sentul City, untuk itu Sentul City menggelar musyawarah dengan masyarakat sebagai pelanggan air bersih dan untuk mencapai hasil kesepakatan realisasi tarif yang sudah disepakati.

Bertempat di Ruang Lavender, Alun-Alun, Darmawan Park, Sentul City, pertemuan yang berlangsung selama dua hari 20-21 Febuari 2018, pada hari pertama pihak Sentul City mengundang pelanggan non resident dan hari kedua pihaknya mengundang pelanggan yang ada di resident dan juga mengundang Urip Trigunawan dan Budi Pruwanto sebagai narasumber, Jumat (23/2/2018).

Dalam pertemuan tersebut pihak Sentul City menerima aspirasi semua pro kontra yang di utarakan dalam pertemuan, inti dari pertemuan tersebut pihak Sentul City menyampaikan dan mensosialisasikan tarif baru yang akan diusulkan oleh pihak Sentul City pada Bupati karena terkait kontrak yang akan berakhir bulan febuari, hasil pertemuan dengan pelangggan ada kesepakatan mengenai perubahan tarif tersebut.

Sebelumnya, pihak Sentul City melalui ijin Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) No. 693/090/00001/DPMPTSP/2017  tanggal 1 Maret 2017 yang mewajibkan adanya usulan tarif kepada Bupati Bogor, yang sebelumnya dimusyawarahkan dengan pelanggan dan dilanjutkan pada musyawarah tarif air dengan pelanggan yang dilakukan tanggal 12 Juli 2017 dan tanggal 27 Juli 2017 tidak mencapai kata sepakat.

Budi Pruwanto sebagai kuasa Direksi Sentul City dalam pemaparan usulan tarif dari Sentul City karena tarif yang ditetapkan oleh Pemda melalui SK Bupati Kabupaten Bogor akan berakhir pada Februari ini. Berdasarkan Keputusan Bupati Bogor No. 690/449/Kpts/Per-UU/2017 tentang Penetapan Tarif Air Minum Sementara untuk Kebutuhan Sendiri PT. Sentul City Tbk tanggal 31 Agustus 2017 bersifat sementara berlaku mulai bulan September 2017 –  Februari 2018.

“Pemerintah kemudian menentukan tarif di bawah tarif dasar Sentul City. Namun pihak Sentul City dan perwakilan pelanggan menolak tarif tersebut,” kata Budi.

Untuk itu, lanjut Budi, Sentul City menyebarkan undangan musyawarah kesepakatan tarif kepada seluruh pelanggan/masyarakat yang menjadi pelanggan air PT. Sentul City, Tbk, dari jumlah total lebih kurang 6.459 pelanggan, dengan perincian  445 pelanggan Sosial Umum, Sosial Khusus, Kantor 1, Sekolah 1, Sekolah 2, Kantor 2, Niaga Kecil, Niaga Besar dan 6.014 pelanggan Rumah Tangga Kecil, Rumah Tangga Sedang dan Rumah Tangga Besar.

“Kita perlu memaparkan dan menyampaikan usulan tarif baru melalui mekanisme musyawarah dengan pelanggan air di Sentul City yang nanti akan kita ajukan kepada Pemda dan pihak PDAM Tirta Kahuripan melalui berita acara dan notulensi sebagai pertimbangan,” kata Budi.

“Dari hasil musyawarah ini nantinya Bupati yang akan menentukan besaran tarif air di Sentul City jika tidak ada kesepakatan dari Sentul City dengan pelanggan yang ada,” imbuhnya.

Budi mengatakan, besaran tarif akan diberikan ketika sudah final ditetapkan Bupati karena itu baru tahap pemaparan kepada warga dan pengumpulan pendapat.

“Usulan tarif baru tersebut mestinya akan bisa diakomodir karena besarannya menyesuaikan dengan SK Bupati dan tarif baru yang dikeluarkan oleh PDAM Kab. Bogor”, jelas Budi.

Sementara itu, Urip Triguna yang ditugaskan untuk menyebarkan formulir untuk menyatakan setuju atau tidak setuju atas usulan tarif air bagi pelanggan/masyarakat mengatakan, dari hasil pengumpulan formulir dari batas waktu pengumpulan sampai dengan tanggal 22 Februari 2018 jam 23.50. Wib, mendapatkan hasil yakni; total angket terkumpul sebanyak 360 formulir, untuk usulan tarif yang setuju sebanyak 242 responden pelanggan, dan untuk usulan tarif tidak setuju ada sebanyak 115 pelanggan, sedangkan untuk usulan tarif yang abstain sebanyak 3 pelanggan.

“Melalui jalan musyawarah ini dan hasil pengumpulan angket, hasil laporan musyawarah secara tertulis akan diserahkan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor pada 23 Februari 2018, untuk bisa ditindaklanjuti dan segera mendapatkan jawaban,” pungkas Urip Triguna. (Ian Lukito)

banner 521x10

Komentar