Dengan adanya sistem alternatif moda transportasi ini, Dedie berharap penyebaran Covid-19 di Kota Bogor dapat lebih terkendali. Faktor kenyamanan dan keamanan menjadi salah satu faktor masyarakat enggan menggunakan transportasi umum.
Direktur Perum PPD, Pande Putu Yasa sebelumnya menerangkan, dua rute awal yang dibuka merupakan rute pertama bagi PPD masuk Kota Bogor di tahun 2020.
Kedepan pihaknya berharap ada lintasan atau trayek lain untuk dilayani. Dengan bantuan Kemenhub, pihaknya mendorong masyarakat menggunakan angkutan umum untuk mendukung agar pemerintah memberikan subsidi silang untuk tarifnya agar bisa dijangkau masyarakat.
“Di Bogor kami usulkan 27 trayek ke BPTJ dan berharap bisa diisi semua, sehingga mampu mengurangi penumpukkan penumpang kereta listrik,” ujar Pande Putu Yasa.
Dirjen Angkutan Jalan BPTJ, Aca Mulyana berharap agar JRC ditempat lain menyusul.
“Kami mendorong agar JRC di wilayah lain di Kota Bogor segera dibuka, sehingga bisa membantu masyarakat agar bisa bertransportasi lebih baik ke perkantoran, perdagangan atau kawasan industri. JRC tidak bisa menaikkan atau menurunkan di tengah jalan, karena ini point to point,” terangnya.
Untuk uji coba Perum PPD menyediakan 5 armada dengan jumlah kapasitas 50 sampai 70 persen dari total kapasitas. Selama masa uji coba setiap penumpang dikenakan tarif Rp. 15.000 dengan maksud sebagai daya tarik atas layanan yang diberikan.
Untuk warga Kota Bogor yang ingin ke Jakarta, ada tiga waktu pemberangkatan pada pagi hari, yaitu pukul 05.30 WIB, 06.00 WIB dan 09.00 WIB. Sedangkan untuk waktu pulang dari Blok M dan Juanda pada sore hari, pukul 16.30 WIB, 17.20 WIB dan 20.00 WIB. Untuk informasi layanan warga bisa menghubungi via Whatsapp (08111950055). (Periksa Ginting)





























































Komentar