INILAHONLINE.COM, SEMARANG – PT Phapros Tbk kembali menyalurkan program kemitraan kepada usaha mkro kecil menengah (UMKM) sebesar Rp 1,2 miliar. Bantuan kemitraan tahap kedua ini dilaksanakan di pabrik Phapros yang terletak di kawasan Simongan Semarang, Jawa Tengah. Perusahaan Phapros yang merupakan anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), terus melakukan bantuan kepada mitranya secara berkala.
”Program penyaluran dana kemitraan tersebut merupakan bentuk komitmen Phapros ,untuk mengembangkan kemampuan usaha kecil agar lebih mandiri, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga tercipta nuansa pemerataan pembangunan dan peningkatan perluasan lapangan pekerjaan di daerah,”ujar Direktur Produksi PT Phapros, Tbk. Drs. Syamsul Huda Apr di kantornya, Senin (10/9/2018).
Menurutnya, dengan terselenggaranya program ini, Phapros berharap para mitra binaan akan memperoleh peningkatan kemampuan dalam pengembangan pasar dan akses modal. Meski sebelumnya modal yang dimiliki tidak begitu besar, namun adanya suntikan modal bisa berkembang lebih lebar.
“Total dana yang dikucurkan pada tahap II/2018 ini sejumlah Rp 1,2 miliar dengan menjaring 15 mitra lama dan dua mitra baru dari berbagai kota di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah,”paparnya.
Ia mengatakan, total mitra yang akan memperoleh pinjaman Iunak hari ini ada sejumlahh 17 mitra, yang berasal dari beragam usaha seperti industri makanan, batik, kerajinan, jasa, dan Iainnya. Namun sejak 1997 hingga September 2018 total dana kemitraan yang disalurkan telah lebih dari Rp 29 miliar dengan 176 mitra binaan aktif.
“Kami berharap program kemitraan ini dapat membantu para pengusaha kecil dan menengah, untuk mampu lebih mandiri secala finansial dan membantu peningkatan ekonomi daerah masing-masing,” tuturnya.
Namun demikian, lanjutnya, acara yang dihadiri oleh manajemen Phapros dan beberapa pejabat dinas terkait. Acara penyaluran dana kemitraan ini dilanjutkan dengan sesi sharing knowledge dari salah satu mitra Phapros, yang telah sukses menjalankan bisnis sewa peralatan event.
”Yang jelas dengan sisi ini, para mitra lainnya menjadi lebih termotivasi untuk mengembangkan usaha. Phapros, senantiasa memfasilitasi para mitra dengan turut berpartisipasi dan berkontribusi nyata, dalam ragam ajang pameran UKM baik di taraf lokal maupun nasional,”katanya.
Ia menambahkan, kegiatan dalam event Inacraf tiap satu tahun sekali, termasuk memberikan beragam pelatihan terkait pengembangan bisnis UMKM dengan tujuan agar mitra binaannya semakin maju.
”Hanya UMKM yang menerima dana kemitraan semua terseleksi. Persyaratannya mencakup banyak aspek, utamanya usaha telah berjalan minimal enam bulan. Sedangkan jasa administrasi hanya tiga persen per tahun,”ungkapnya.
Terkait gejolak nilai tukar rupiah terhadap dollar ini, Syamsul Huda mengungkapkan, kinerja perusahaan tetap on the track. Kondisi tersebut dilihat dari revenue sampai Juli 2018 naik dua digit di atas 10 persen, meski tidak disebut angka secara detail.
”Yang jelas perusahaan sudah memiliki strategi untuk menghadapi gejolak terutama nilai tukar. Namun beberapa diantaranya adalah pengadaan bahan baku impor, menggunakan sistem kontrak dan menghilangkan bisnis proses yang tidak bernilai tambah,”pungkasnya.(Suparman)





























































Komentar