Pilgub Jateng 2018, Bakal Muncul Potensi Gugatan oleh Calon Penantang Petahana

Daerah, Politik448 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Suhu politik di Provinsi Jawa Tengah mulai memanas akibat pelaksanaan pemilihan gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, yang akan dilaksanakan 27 Juni 2018 nantinya berpotensi digugat. Pasalnya, hingga 1,5 bulan pelaksanaan kampanye Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng belum menyediakan alat peraga kampanye berupa baliho.

”Belum adanya baliho secara jelas ini secara tidak langsung merugikan pasangan calon Sudirman Said-Ida Fauziyah,”ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Sriyanto kepada awak media di Semarang, Rabu (4/4/2018)

Menurut dia, sebagai penantang petahana pasangan yang didukung koalisi Partai Gerindra, PKS, PAN dan PKB dituntut untuk melakukan sosialisasi secara maksimal mungkin. Apalagi adanya lelang yang dilakukan gagal sehingga memutus kontraknya. Namun lelang kedua yang dilakukan juga mengalami hal sama yakni wanprestasi.

”Saat ini KPU akan melakukan lelang ketiga pengadaan baliho danpemasanagannya dengan nilai Rp 7 miliar. Untuk itu DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Gerindra akan melakukan investigasi,”paparnya.

Investasi yang dilakukan, menurutnya diduga terkait adanya kemungkinan salah satu pihak pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng. Apakah ada unsur sabotase atau tidak sehingga bisa menguntungkan pasangan lainnya.

”Yang jelas kami akan melakukan investigasi dan penelusuran. Jika menemukan pelanggaran gugatan akan dilakukan tanpa menunggu hasil investigasi, pada saat penyelenggaraan berhak melakukan gugatan,”ujarnya.

Kendati demikian Sriyanto, selaku Komisi A DPRD Jateng akan mengusulkan pemanggilan terhadap pihak KPU dan Bawaslu Jateng. Dari awal pihaknya sudah mengingatkan bahwa lelang akan memakan waktu cukup lama.

”Selaku anggota Komisi A tetap mentaati aturan dengan tidak membuat baliho sendiri, namun apa yang terjadi kini baliho dari KPU ternyata belum ada,”tandasnya.

Seharusnya, lanjut dia, pihak KPU (KPU Jateng) sudah melakukan antisipasi sejak dini. Kalau kondisi sudah seperti ini, patut kami curigai. ”jangan-jangan ada kesengajaan yang menguntungkan calon petahana,”tegasnya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar