oleh

Pilkada 2020 di Jateng, Muhammad Saleh : Jateng Sudah Berpengalaman Dipastikan Kondusif

INILAHONINE.COM, SEMARANG

Meskipun pelaksanaan pilkada serentak masih beberapa bulan lagi, namun persiapan pelaksanaan sudah dipersiapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara baik sesuai tahapan yang dilakukan.Ketua Komisi A DPRD Jateng Mohammad Saleh menyatakan,bahwa pihaknya telah memastikan tahapan-tahapan terselenggaranya Pilkada 2020 di Jawa Tengah sudah berjalan dengan lancar dan baik .

“Kami memastikan bahwa tahapan -tahapan tersebut berjalan sesuai dengan harapan atau tidak, ternyata hampir semua KPU sudah mempersiapkan. Ini terbukti pada saat berkunjung ke Bawaslu, terkait dengan data pemilih ternyata semua tahapan-tahapan itu berjalan dengan baik ,”ujar Mohammad Saleh dalam Prime Topik yang mengambil tema’ ‘Mengawal Pilkada 2020’ yang di siarkan Radio MNC Trijaya FM di Gets Hotel Jl.MT Haryono Semarang Senin (2/3/2020).

Menurutnya, permasalahan dalam Pilkada tentu ada kerawanan-kerawanan yang harus di tanggulagi bersama, tetapi kalau bicara tentang kerawanan Inputnya harus benar dulu, berbeda kalau inputnya tidak benar maka yang terjadi adalah outputnya pasti ada persoalan.

“Jika inputnya yang pertama adalah data pemilih itu harus benar, tetapi jika data pemilih ini terkait dengan Dinas catatan sipil maupun juga terkait kependudukan di daerah DP4 nya dan sebagainya,” tambahnya.

Dia berharap, sampai bulan September 2020 ini jangan sampai ada masyarakat yang sudah berumur 17 tahun tidak bisa melakukan hak pilihnya. Oleh karena itu, pihaknyai saat di daerah ketemu Bawaslu,KPU dan juga Dukcapil.

”Jadi sumber data di Dukcapil. semua kabupaten di kirim ke KPU Pusat, KPU pusat menjadi DP4 baru di serahkan ke KPU Kabupate/Kota.”ujarnya.

Terkait Pilkada Jawa Tengah ini, Saleh menjelaskan, sudah mempunyai pengalaman lima tahun yang lalu.seperti di 21 Kabupaten yang melaksanakan pilkada serentak, sama dan kalaupun ada riak -riak kecil seperti protes dan lain lain itu hal biasa namun Jawa Tengah selalu kondusip.

”Hanya terkait netralitas ASN dalam Pilkada, diharapkan semua masyarakat bisa ikut andil dalam mengawasi bersama sama, sehingga kualitas politisasi birokrasi bisa di minimalisir,”pintanya.

 

Meski demikian, lanjut dia, sejauh ini netralitas ASN ini sudah cukup baik terkait pejabat/Bupati Incumbent yang maju lagi, tetapi ada beberapa kabupaten memang kami melihat potensi incumbent untuk maju lagi itu besar, sehingga kami dari komisi A minta pada bawaslu,maupun masyarakat luas ikut mengawasinya.

”Jangan sampai ASN menjadi alat bagi incumbent untuk nenekan atau mempengaruhi, melakukan hal hal yang menguntungkan bagi mereka,”ujarnya.

Sementara Komisioner KPU Jateng Muslim Aisha, mengatakan terkait calon perseorangan dalam pilkada tahun ini, dari 21 kabupaten/kota di Jateng untuk calon perseorangan hanya Solo yang menyerahkan data syarat dukungan ke KPU.

“Saat ini KPU langsung memproses verifikasi administrasinya. Namun untuk selanjutnya apakah calon perseorangan ini bisa lanjut atau sebaliknya,” ungkap Muslim Aisha.

Dia menambahkan, sebenarnya bukan syarat dukungan yang sulit dipenuhi oleh calon perseorangan. Namun penataan administrasinya. Sedangkan untuk syarat dukungan masih tetap seperti sebelumnya, yaitu minimal antara lima hingga tujuh persen dari jumlah penduduk kabupaten/kota.

(Suparman)

Komentar