PKBM Se-Kota Bogor Laksanakan Ujian USBN Paket C

Pendidikan875 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Rabu (28/03/2018) kemarin merupakan puncak kesibukan bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor dalam mempersiapkan pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Paket C tahun pelajaran 2017 – 2018 yang dilaksanakan di setiap masing-masing Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Dibawah koordinator Kasi Kesetaraan bidang Paud dan DIKMAS Disdik Kota Bogor Muji Asih Lestari, pihaknya melakukan persiapan demi persiapan mulai dari persiapan administrasi, pemilahan soal, hingga pendistribusian yang memaksa tim harus rela lembur hingga larut malam.

Pelaksanaan USBN paket C atau setara SMA ini dipastikan berjalan lancar tanpa kendala. Tercatat ada total peserta ujian sebanyak 1.326 siswa yang berasal dari 32 PKBM se-Kota Bogor yang serentak melaksanakan ujian mulai 28-31 Maret 2018 dari pukul 13.00 WIB – 17.30 WIB, tak terkecuali PKBM Al-Jauhar yang berlokasi di jalan Dewi Kunthi Adnawijaya, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara turut serta melaksanakan ujian.

Tampak keseriusan dari wajah para peserta ujian yang terdiri dari berbagai latar belakang ini tanpa menyurutkan semangat para siswa turut serta dalam ujian tahun ini. Harapan dan optimisme dapat lulus dengan hasil memuaskan setelah sekian lama melakukan giat belajar bersama para tutor PKBM.

Saat ditanya langsung kepada beberapa peserta kenapa mengikuti program ini, beragam jawaban dengan berbagai kepentingan para peserta ujian mengikuti paket C, antara lain untuk kepentingan tuntutan pekerjaan yang harus memiliki ijazah setara SMA, ingin memiliki ijazah setara SMA guna memperoleh persyaratan untuk dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, ada juga yang hanya sekedar untuk menambah pengetahuan dan wawasan saja.

Ditempat berbeda Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor Fahrudin mengatakan program PKBM sejalan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yakni untuk menjaring Anak Tidak Sekolah (ATS) maupun buta huruf di lingkungan sekitar PKBM berada, sehingga kedepan jumlah ATS dan buta huruf di Kota Bogor semakin berkurang.

Kadisdik menaruh harapan besar kepada PKBM untuk memberikan kesempatan belajar kepada seluruh lapisan masyarakat agar mereka mampu membangun dirinya secara mandiri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

“PKBM berperan sebagai tempat pembelajaran masyarakat terhadap berbagai pengetahuan atau keterampilan dengan memanfaatkan sarana, prasarana dan potensi yang ada di sekitar lingkungannya agar masyarakat memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup,” ujarnya.

Meskipun dengan anggaran minim kata Fahrudin, tidak menyurutkan semangat para pengelola PKBM untuk tetap eksis menjalankan programnya, maka PKBM berharap pemerintah dapat menggulirkan Bantuan Pendidikan Masyarakat (BPM) dapat terealisasi pada tahun 2019 nanti. (ian Lukito)

banner 521x10

Komentar