PLTU Tanjungjati B Jepara Menjadi Pemasok Energi Listrik Terbesar Jawa-Bali

11/08/2018 10:58:31 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, JEPARA - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B, Jepara diproyeksikan bakal mampu menjadi pembangkit yang memasok energi listrik terbesar, pada sistem kelistrikan Jawa-Bali pada 2021 dan hingga saat ini proges pembangunan susah mencapai 32 persen.

General Manager PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjungjati B Komang Parmita mengatakan, jika pembangunan dua unit pembangkit baru di PLTU Tanjung Jati B, unit 5 & 6 atau Jawa 4 berkapasitas 2×1.000 megawatt (MW) rampung, dipastikan suplai listrik dari PLTU Tanjung Jati B akan bertambah besar.

''Progres pembangunan PLTU Tanjung Jati B unit 5 & 6 atau Jawa 4 berkapasitas 2×1.000 megawatt (MW) di Kabupaten Jepara itu sudah mencapai 32 persen,''ujarnya saat menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Jepara, Kamis (9/8/2018).

Kedatangan Gubernur Jateng tersebut, didampingi Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan keduanya juga mengunjungi pembangunan dua unit PLTU Tanjung B yang baru dibangun.

''Saat ini PLTU Tanjung Jati B menyuplai 10,4 persen kebutuhan listrik area Jawa-Bali dan jika dua unit pembangkit baru, yang sedang dalam pembangunan bisa dioperasikan pada tahun 2021, dipastikan kontribusinya terhadap sistem kelistrikan Jawa-Bali akan bnertambnah setidaknya mencapai 15 persen lebih,''paparnya.

Kedua unit pembangkit itu, menurutnya, masing-masing memiliki kapasitas 1.000 megawatt, sedangkan empat unit pembangkit yang sudah beroperasi masing-masing berkapasitas sebesar 660 megawatt.

''Dengan suplai 10,4 persen, ke sistem interkoneksi Jawa-Bali, maka terdapat dua unit PLTU yang menyumbang pasokan listrik lebih banyak dibanding PLTU lainnya.''

Meski demikian, lanjutnya, Kedua PLTU diluar Tajung Jati B meliptuti PLTU Paiton Jawa Timur dan PLTU Suryalaya Jawa Barat. PLTU Tanjung Jati B yang merupakan proyek nasional, yang menjadi objek vital nasional sehingga pengamanannya melibatkan personel TNI dan Polri.

Sementara Deputy Project Manager PT Bhumi Jati Power Hadi Suwasono melaporkan, pembangunan PLTU tersebut sesuai jadwal, sejak mulai direalisasikan pekerjaan fisik pada Maret 2017 lalu, pembangunan PLTU yang menggunakan teknologi ultra super critical tersebut sudah mencapai 32 persen.

''Untuk fondasi konkret, hingga pekan lalu kira-kira sudah 74.000 meter kubik kami cor. Mengenai steel structure, kami sudah menaikkan steel structure boiler hingga pekan lalu sudah 1.900 ton dinaikkan,” tuturnya.

Dikelaskan, PLTU Jawa 4 yang diangun di lahan seluas 76 hektare itu dilaksanakan secara paralel. Pengerjaannya ditargetkan selesai dalam waktu 50 bulan untuk unit 5 dan 54 bulan untuk unit 6.

''Yang jelas Commercial Operation Date (COD) unit 5 ditargetkan dilakukan pada Mei 2021. Sementara unit 6 bakal beroperasi empat bulan mendatang sekitar September 2021,''ujarnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengharapkan, pembangunan PLTU Jawa 4 yang merupakan bagian dari mega proyek pembangkit listrik 35.000 MW bisa tetap berjalan sesuai jadwal, mengingat pembangunan tersebut menjadi kontribusi konkret Jateng bagi Indonesia di bidang penyediaan energi.

''Ini akan jadi supplier listrik untuk Jawa-Bali dan yang terbesar. Mudah-mudahan berjalan dan menerangi masyarakat Jawa-Bali. Kita kontribusi untuk Indonesia agar lebih bersinar,'' ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga sat ini sistem ketenagalistrikan di wilayah Jateng- DIY, memiliki kapasitas total pembangkit mencapai 6.295 MW dan sebanyak 81,8% atau sebesar 5.153 MW kontribusi dari PLTU meliputi PLTU Tambak Lorok 158 MW, PLTU Rembang 560 MW, PLTU Cilacap 562 MW, PLTU Tanjung Jati 2.643,8 MW, PLTU Adipala 615 MW, dan PLTU Cilacap 614 MW.

''Sedangkan sisanya 1.142 MW merupakan produksi dari PLTA 287 MW (Jelok, Timo, Ketenger, Garung, Mrica, Wadas Lintang, Kedung Ombo), PLTP Dieng 45 MW dan PLTGU Tambak Lorok 810 MW,''paparnya.(Suparman)