oleh

Polda Jateng Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba Jaringan Napi LP Kedungpane Semarang

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Polda Jateng melalui Direktorat Reserse Narkoba kembali berhasil menangkap jaringan peredaran narkotika, yang dikendalikan dari salah satu napi lembaga pemasyarakatan (LP) Kelas I Kedungpane Semarang.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng Kombes Pol Wachyono mengatakan, penangkapan pengedar narkoba itu diawali dari tertangkapnya pelaku inisial LLK, di wilayah Jl Bungur 01 RT 6 RW 4 Kelurahan Punggawan, Banjarsari, Surakarta, Kamis (5/9/2019).

”LLK adalah salah satu kurir Narkoba Napi Lapas Kelas I Semarang, namun saat dilakukan penggeledahan, petugas menyita 100 tablet Ekstasy, 1 paket sabu, Handphone. Untuk mengetahul lebih jauh akan dilakukan pengembangan,”paparnya kepada awak media di Mapolda Jateng jalan Pahlawan Semarang, Jumat (6/9/2019)

Menurut informasi yang berkembang di lapangan, VMT merupakan kurir narkoba yang dikendalikan oleh narapidana di Lapas Kedungpane Semarang bernama Maryoto. Mereka dijanjikan akan diberi imbalan Rp 20 juta, untuk mengedarkan sabu dan ekstasi tersebut di wilayah Solo raya.

”Dari hasil pengembangan itu, berhasil meringkus VMT alias Marhen teman LLK dan kini juga diamankan berbagai barang bukti mulai dari 29 paket sabu dengan total berat 2,2 kg, 166 butir ekstasi, hingga satu pucuk air soft gun,”ujarnya.

Meski demikian, tidak percaya begitu saja terhadap keterangan yang diperoleh, Tim Ditresnarkoba berkoordinasi dengan Kalapas Kelas I Kedungpane Semarang, selanjutnya melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan Narkoba dari dalam Lapas.

“Upaya tersebut petugas berhasil mengamankan MR aliass Memble dan menyita 1 unit Handphone. Pemeriksaan urine pada MR juga positif mengkonsumsi Sabu,” tuturnya.

Sementara itu, VMT ketika ditanya petugas dan awak media mengaku, kepemilikan senhata tersebut hanya untuk bergaya. Bahkan menurutnya dia membeli air sofgun tersebut sudah dalam kondisi rusak.

“Senjaya Itu satu paket dengan sabu, tetapi sudah rusak dari penjualnya,” aku VMT.

Terkait nilai nominal barang bukti berupa sabu dan ekstasi, Dirnarkoba Polda Jateng, belum bisa merincinya karena belum tahu barang haram tersebu dijual di masyarakat.

”Belum tahu barang haram ini nilai rupiahnya, tapi dengan berhasil diamankan narkoba ini setidaknya bisa menyelamatkan generasi muda,”ujarnya.

Maraknya perdagangan narkoba di wilayah Solo raya yang sudah masuk zona merah saat ini, kasus tersebut masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan lainnya. Para tersangka yang ditangkap itu dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan pidana paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar

(Suparman)

Komentar