oleh

Polda Jateng Tangkap Perampok Toko Emas diGubug, Tiga Orang dari Enam Perampok antar Pulau Ditembak Kakinya

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Tiga orang dari enam pelaku tindak pencurian dan kekerasan yang mempunai wilayah operasi antar pulau berhasil dilumpuhkan oleh Tim Jatrantas Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Mereka bertiga terpaksa ditembak kedua kakinya pada saat akan ditangkap di lokasi persembunyiannya.

”Mereka harus terpaksa ditembak kakinya,karena pada saat akan ditangkap melawan dengan petugas. Dari pada menjadi korban duluan lebih baik kita lumpuhkan lebih dulu, ”ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna dalam konperensi pers dengan wartawan di lobi kantornya di Mapolda Jateng, Senin (30/12/2019).

Menurut Iskandar, para tersangka yang tidak segan-segan melukai korbannya tersebut, saat melakukan perampokan toko emas Wisma Cahaya di Desa Tlogomulyo, Kecamatan Gubug, Grobogan yang beraksi pada bulan September 2019. Kini kelompok pelaku pencurian dan kekerasan harus meringkuk dalam tahanan sel Mapolda Jateng.

”Dua pelaku tersangka lain yang kini juga masih buron diharapkan menyerahkan diri, sebelum keburu ketangkap oleh Tim Jatrantas ini,”tandasnya.

Dijelaskan, keempat perampok itu adalah Wahyudi alias Lincung (32); Sudarmono alias Dar (38); Hadi alias Had (20); dan Roni Susanto alias Ron Pelo (51).

“Para pelaku itu sempat melarikan diri usai menjalankan aksinya. Dua bulan melarikan diri dan menjadi buronan, keempat penjahat itu akhirnya diringkus Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng,”ujarnya.

Kelompok penjahat ini,menurutnya, setelah ditangkap mereka diamankan terpisah, 2 di Jawa Tengah, 1 di Jakarta dan 1 di Bali. Keempat orang itu, memiliki peran yang berbeda. Wahyudi dan Sudarmono berperan sebagai eksekutor. Roni yang nggambar target toko emas yang menjadi sasaran. Hadi, perannya adalah menyiapkan alat perampok seperti senjata tajam dan senjata api.

“Mereka ini residivis. Sebelumnya sudah ada 5 TKP di wilayah Polda lain. Dan ini kita sudah koordinasi,” pungkas Kabid Humas.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jateng,Kombes.Pol. Budhi Haryanto menerangkan, pelaku melancarkan aksinya dengan mengancam akan menembak penjaga toko.

“Pelaku ini dalam melakukan aksinya menggunakan senjata organik. Pelaku mengaku dapat senjata dari temannya. Ini sedang kita kembangkan,” ujarnya.

Budhi menjelaskan, dari pengakuan para pemilik toko emas Wisma Cahaya kehilangan lebih kurang 10 kilogram emas dengan nilai kisaran Rp 6 miliar.

“Yang kita amankan, barang bukti sebagian masih ada. Sisanya sudah dibagi dan dibelikan barang oleh pelaku. Ada yang mobil, motor, rumah bahkan tanah,” tambahnya.

Namun demikian, petugas masih mengejar 2 pelaku lainnya yang masih buron, yakni Paijan dan Subekhan Ali alias Kantong. Diyakini dalam waktu dekat akan tertangkap, karena identitasnya sudah ada. ”Optimis dalam waktu dekat ini akan tertangkap,”tandas Budhi.

Dirreskrimum mengimbau pada pemilik toko emas agar meningkatkan pengamanan pada barang dagangannya dengan memasang teralis. Hal ini mengingat, toko emas yang digasak etalasenya tidak terdapat teralis jadi perampok bisa leluasa menggasak emas.

(Suparman)

Komentar