INILAHONLINE.COM, SEMARANG
Pembangunan revitalisasi Pasar Johar Heritage atau cagar budaya yang mampu menampung sebanyak 1.500 pedagang hampir rampung dan dijadwalkan segera diresmikan Presiden Joko Widodo.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, revitalisasi Pasar Johar sudah selesai dan akan diresmikan Presiden Joko Widodo(Jokowi)
Peresmian Pasar Johar Heritage, lanjutnya, secara khusus akan dilakukan oleh Presiden Jokowi karena pembiayaan bangunan cagar budaya itu menggunakan dana APBN. Sedangkan lebih lanjut untuk pemanfaatan Pasar Johar akan diserahkan kembali kepada kesepakatan antara pedagang relokasi yang saat ini berada di kawasan MAJT.
“Pasca kebakaran itu kan konstruksinya tidak sesuai dengan konstruksi saat awal dibangun sehingga kapasitas pedagang tidak semua bisa tertampung. Sekarang pertanyaannya apakah menunggu semuanya pindah ? atau yang 60% itu mau pindah dan yang sisanya nanti menunggu dibangun ?,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu saat meninjau pembangunan Alun – Alun Kota Semarang, Senin (30/12).
Menurutnya, para pedagang memiliki dua opsi. Opsi pertama berpindah semua secara serentak, atau opsi kedua menggunakan sistem undian, dimana pedagang yang belum mendapat tempat dengan jumlah kurang lebih 1.000 pedagang menunggu pembangunan blok pasar baru.
“Jadi saya tinggal mengambil kesepakatan para pedagang, 40% nya akan dibangunkan lagi dekat sini,” tuturnya.
Di sisi lain, tak hanya meresmikan Pasar Johar Heritage, jika Jokowi juga sekaligus dijadwalkan untuk berkunjung ke kawasan Kota Lama Semarang yang kini revitalisasi juga hampir rampung.
Di sisi lain terkait progres Alun – Alun Kota Semarang, tutur Hendi, pembangunannya telah rampung, namun harus serah terima dengan kontraktor yang mengerjakan terlebih dahulu untuk bisa digunakan.
Pembangunan fasilitas itu, lanjutnya, mengusung desain ruang terbuka modern, revitalisasi alun-alun yang menelan dana hingga Rp80 milyar itu diharapkan sudah dapat dipergunakan tahun depan.
Hendi optimis Alun – Alun Kota Semarang lengkap dengan basementnya dapat segera dipergunakan bagi 200 pedagang dan parkir sepeda motor.
Dia mengharapkan dengan mengembalikan konsep alun-alun seperti dahulu, akan ada banyak aktifitas warga. Apalagi tekstur untuk lantainya itu juga sudah disiapkan dengan baik menghadap kiblat, sehingga nanti saat sholat Idul Fitri, Idul Adha atau hari raya besar lainnya, Masjid Kauman bisa memakai alun-alun ini untuk sholat berjamaah.
(Suparman)





























































Komentar