Jokowi, Industri 4.0 Membutuhkan Tenaga Kerja Berkompetensi Bukan Ijazah

INILAHONLINE.COM, KENDAL

Menghadapi era industri 4-0 tantangan kerja semakin bersaing ketat, tidak hanya mengandalkan ijasah, namun diperlukan memiliki kompetensi ketrampilan sesuai bidangnya.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Republik Indonesia, Ida Fauziah mengatakan tantangan kerja di era industri 4.0 bukan lagi sekadar mengandalkan ijasah, namun perlu komptensi ketrampilan. Bahkan di sejumlah negara bukan lagi ditanyakan apa ijasahmu, tetapi apa ketrampilanmu.

”Sejak 2017 hingga 2019, Kemenaker sudah membangun 1.113 balai latihan kerja komunitas dan akan dibangun lagi 2000 lembaga pada 2020,”katanya.

Peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas se-Indonesia dipusatkan di Pondok Pesantren Al Fadlu 2 Desa Sidorejo Brangsong Kendal Senin (30/12). Sebelum peresmian yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dilaksanakan rembug nasional BLK Komunitas se-Indonesia.

Ida Fauziah menuturkan selama kurun waktu 2017 hingga 2019 sudah dibangung 1.113 lembaga se-Indonesia. Bahkan 2020 rencananya pemerintah bakal kembali membangun 2.000 BLK.

”BLK Komunitas merupakan unit fasilitas pelatihan vokasi pada lembaga pendidikan keagamaan, seperti ponpes dan seminari yang berfungsi menyelenggarkan pelatihan vokasi,”paparnya.

Menurutnya, pelatihan ini digelar, guna memberikan bekal ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan kerja bagi siswa dan komunitas masyarakat disekitar lembaga sebagai bekal mencari kerja. ”Jadi pelatihan ini mempunyai manfaat dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat ini,” tutur Ida.

Presiden Joko Widodo menyambut positif pembangunan BLK Komunitas yang dilaksanakan kementerian tenaga kerja. Apalagi dalam pelatihan ini sudah disiapkan materi yang siap pakai, sehingga setelah selesai bisa langsung diterapkan dengan usaha sendiri.

“Ketrampilan saat ini sangat dibutuhkan karena semua negara kini sedang bersaing mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai ketrampilan. Sekarang bukan lagi menanyakan ijasahnya atau adu ijasah, namun adu ketrampilan, skill dan kompetensi,” ujar Jokowi.

Menurutnya, di Indonesia kadang tidak sinkron antara kebutuhan ketrampilan di dunia kerja dengan pelatihan yang diberikan, sehingga balai latihan kerja yang sudah dibangun ini, harus menjalin komunikasi dengan dunia kerja baik perusahaan ataupun lembaga keuangan agar yang dilatih sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Dalam kesempatan ini, Jokowi menanyakan langsung kepada santri yang ikut pelatihan di BLK Komunitas dan mentor yang ada. Sebagian peserta pelatihan di BLK Komunitas ini sudah merasakan manfaat ikut pelatihan ketrampilan ini dan bisa diterapkan di dunia kerja.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar