Grebeg Suro IKG 2026, Ribuan Warga Gunungkidul dan Masyarakat Tangerang Padati Grebeg Suro IKG, Bukti Kuatnya Semangat Persaudaraan dan Pelestarian Budaya

INILAHONLINE.COM, TANGERANG — Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) sukses menyelenggarakan Grebeg Suro IKG 2026 di Lapangan Parkir Mall Ciputra Citra Raya, Kabupaten Tangerang. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan IKG ini berlangsung meriah dan dihadiri ribuan warga Gunungkidul di perantauan serta masyarakat Kabupaten Tangerang.

Rangkaian acara dimulai sejak siang hari dengan pameran pusaka, pertunjukan Jaranan Kreasi, dan hiburan campursari yang dibawakan oleh Paguyuban Seni (PS) IKG. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi A DPRD DIY, jajaran pengurus IKG, serta ribuan warga Gunungkidul yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Pada sesi malam, Grebeg Suro dihadiri jajaran Pengurus IKG, warga Gunungkidul di Jabodetabek, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Bupati Kabupaten Tangerang H. Moch. Maesyal Rasyid beserta jajaran Forkopimda, Kepala Badan Penghubung Daerah (Banhubda) DIY beserta jajaran, anggota DPRD Provinsi DIY, DPRD Kabupaten Gunungkidul, serta berbagai unsur masyarakat Kabupaten Tangerang lainnya.

Acara diawali dengan prosesi Arak-Arakan Gunungan Polowijo yang diikuti Dewan Pembina, Pelaksana Harian, perwakilan 18 Koordinator Kapanewon, dan 7 Koordinator Wilayah IKG yang membawa obor. Prosesi budaya tersebut turut dimeriahkan oleh cucuk lampah, pembawa dupa ratus, punakawan, serta gunungan hasil bumi.

Gunungan Polowijo menjadi simbol rasa syukur atas rezeki dan hasil bumi, kesuburan, serta harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Tradisi ini merepresentasikan semangat berbagi berkah dan kemakmuran yang dapat dinikmati bersama oleh seluruh lapisan masyarakat.

Setelah prosesi budaya, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng IKG, penyerahan Tokoh Wayang dan Cempolo, doa malam 1 Suro, serta ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki M. Yusuf Anshor K. dengan lakon Gondomono Sayemboro.

Lakon tersebut mengangkat kisah Patih Gandamana dari Pancala sebagai teladan kesetiaan, pengabdian, dan keteguhan hati. Meski menghadapi fitnah dan intrik politik, Gandamana tetap memegang teguh nilai bakti, kehormatan, dan kebenaran. Secara filosofis, kisah tersebut mengajarkan bahwa ketulusan hati dan dharma akan mampu mengalahkan tipu daya serta angkara murka.

Ketua Panitia Grebeg Suro IKG, Riyadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan berlangsung sukses dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

“Antusiasme warga Gunungkidul di Jabodetabek maupun masyarakat Kabupaten Tangerang sangat tinggi. Hal ini terlihat dari membludaknya pengunjung yang hadir sejak pagi hingga malam hari,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Riyadi yang juga menjabat Ketua IKG Korwil Tangerang Kabupaten mengumumkan rencana pelaksanaan program sosial bedah rumah bagi warga di Watusigar, Ngawen, Gunungkidul sebagai bentuk kepedulian sosial warga perantauan terhadap kampung halaman.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal IKG, Sulardi, menegaskan bahwa semangat Grebeg Suro menjadi momentum penguatan program strategis organisasi yang dikemas dalam Sapta Cita IKG. Sapta Cita IKG meliputi penguatan tata kelola organisasi sesuai AD/ART, pengembangan unit usaha menuju kemandirian organisasi, pembangunan sekretariat IKG di lingkungan Sekolah Budi Harapan, peningkatan soliditas antarstruktur organisasi, penguatan program sosial, pendidikan, dan olahraga, pelestarian budaya Gunungkidul dan Jawa, serta peningkatan sinergi kelembagaan dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Ketua Umum IKG, Ipda. Purn. Saimo, menjelaskan bahwa Grebeg Suro merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan IKG bekerja sama dengan Banhubda DIY.

“Melalui Grebeg Suro, kita melakukan introspeksi agar menjadi pribadi dan organisasi yang lebih baik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi warga Gunungkidul di perantauan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Sapta Cita IKG,” jelasnya.

Ia berharap pelaksanaan Grebeg Suro ke depan dapat dilakukan secara bergilir oleh seluruh Koordinator Wilayah dan Koordinator Kapanewon sehingga semakin banyak wilayah yang dapat merasakan manfaat dan semangat kebersamaan kegiatan tersebut.

Selain itu, Ketua Umum IKG juga menyampaikan komitmen organisasi untuk terus berinovasi melalui pengembangan unit usaha yang menopang kemandirian organisasi, termasuk rencana pendirian SMK Budi Harapan.

Bupati Kabupaten Tangerang, H. Moch. Maesyal Rasyid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Grebeg Suro IKG di Kabupaten Tangerang yang dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

“Pemerintah Kabupaten Tangerang siap berkolaborasi dengan IKG untuk berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sekda Pemerintah Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Banhubda DIY, Nugrohoningsih, menyampaikan bahwa Grebeg Suro bukan sekadar sebuah perayaan budaya, tetapi momentum untuk kembali melakukan refleksi diri.

Ia menegaskan bahwa bulan Suro bukanlah bulan yang harus ditakuti, melainkan waktu yang tepat untuk niti laku (meneliti kembali perjalanan hidup), noto laku (menata kembali sikap dan perilaku), serta nanting laku (menimbang arah kehidupan ke depan secara arif dan bijaksana).
Humas IKG, Tarsih Ekaputra, menjelaskan bahwa Grebeg Suro telah menjadi agenda strategis yang memperkuat eksistensi sekaligus konsolidasi organisasi. Saat ini IKG memiliki sekitar 1.600 organ organisasi yang terdiri dari 18 Koordinator Kapanewon, 7 Koordinator Wilayah, 144 Koordinator Kelurahan, dan 1.431 Koordinator Dusun.

“Melalui Grebeg Suro 2026, IKG berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat jaringan persaudaraan warga Gunungkidul di perantauan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pelestarian budaya bangsa,” pungkasnya.(Humas IKG)

banner 521x10

Komentar