oleh

Polisi Ringkus Empat Tersangka Pembobol Kartu ATM Rp1.41 Miliar, Dua Masih DPO

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Subdit Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap para pelaku pembobol kartu ATM dengan omset milliaran rupiah. Dalam menjalankan aksinya para pelaku berupura-pura tidak kenal satu sama lain.

“Korban berinisial AR itu melaporkan kejadian penipuan itu ke polisi, yang mana kerugian itu mencapai miliaran ruliah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2020).

Terkait kasus itu polisi mengamankan 4 orang pelaku dan polisi masih mengejar 2 (DPO). Empat orang itu berinisial, AR, DN, MR, dan H, sedangkan untuk dua DPO berinisial, M dan IL.

“Jadi M ini otak utamanya, mengaku orang Brunei dan menawarkan kepada seseorang, dia yang cari disini dekati korban bahwa dia bisnis HP bahkan sampai container. Pelaku M tawarkan bisa datangkan masukan HP dengan jumlah cukup banyak,” kata Yusri.

“Mereka berdua pun akhirnya bertemu dan tersangka DN pura pura nggak kenal M itu, masuk di tengah-tengah pertemuan keduanya. Tersangka DN pun mengatakan ‘udah pak biar saya aja yang ambil bisnis itu’. Tadinya tawarkan ke korban tapi datang sebagai pahlawan kejar bisnis itu, mereka ngobrol bertiga lalu setuju.” sambungnya.

 

“Mereka mengatur semuanya dan berangkat ke ATM untuk cek korban AR. Selama diperjalanan kartu ATM korban ditukar oleh para pelaku. Lalu dikasih ATM lainnya. Itu modusnya, ini bukan sekali, kalau ditanya DN, dia bilang sudah banyak sekali,” terang Yusri.

“Kemudian pelaku lainnya berinisial H dan MR saat itu yang mencairkan, setelah lepas dapat kartu asli milik korban dan mengetahui pinkorban, dia masuk ke ATM dan transfer ke-24 rekening yang dimiliki para pelaku,” lanjut Yusri.

“Sistem pembagiannya Rp 1,14 miliar mereka bagi-bagi habis ada yang 8 juta, ada 230 juta, yang tua ini pelaku utama 260 juta, yang satunya 67 juta,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa ratusan kartu ATM, buku tabungan dan uang tunai Rp 52 juta. Atas perbuatannya itu, para tersangka dikenakan Pasal 30 ayat (3) jo Pasal 46 ayat (3) Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau pasal 363 KUHP dan/atau pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau 56 KUHP dan/atau pasal 3, 4 dan 5 Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun.

(pmj/Cecep).

Komentar