oleh

Polisi Selidiki Penemuan Mayat Korban Pembunuhan di Tol Bocimi

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Mayat laki-laki ditemukan tergeletak dengan posisi telungkup di tepi Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Kabupaten Bogor, Selasa (17/9/2019). Jasad pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB, mengenakan celana jeans berwarna biru dan kemeja berwarna hitam.

Temuan mayat laki-laki di wilayah Cijeruk, Kabupaten Bogor, ini diduga korban pembunuhan. Korban teridentifikasi berinisial AW 30.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena mengatakan, Polres Bogor dan Polsek Cijeruk yang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ditemukan seorang mayat laki laki, langsung menuju lokasi.

“Awalnya tanpa identitas. Saat dalam penanganan secara langsung oleh Satreskrim, identitas korban diketahui. Berdasarkan hasil penyelidikan bahwa ditemukan identitas korban A.W (30). Sampai saat ini Satreskrim masih melakukan penyelidikan dan pengejaran pelaku,” kata AKP Ita.

Sementara Kapolsek Cijeruk, Kompol Anak Agung Raka menegaskan, polisi sudah mengecek dan olah TKP. Petugas juga sudah memeriksa saksi di sekitar tempat kejadian dan saksi penemu mayat.

“Karena identitas sudah diketahui, kami melakukan pencarian keluarga korban dan telah dimintai informasi terkait korban. Jenasah kami bawa untuk otopsi di RSUD Ciawi. Barang bukti di TKP sudah kami amankan,” ujar Kompol Anak Agung.

Menurut Kapolsek, jasad korban ditemukan tergeletak dalam posisi telungkup di tepi Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Kabupaten Bogor, Selasa (17/9/2019).

Mayat itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB dalam posisi telungkup dengan mengenakan celana jeans berwarna biru dan kemeja berwarna hitam.

Polisi menduga mayat laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di pinggir Jalan Tol Bocimi ini merupakan korban pembunuhan. Pada tubuh korban yang memakai kemeja hitam dan bercelan jins hitam itu, terdapat luka pada bagian tangan dan leher.

“Dugaannya pembunuhan. Lukanya ada di tangan dan leher. Kami sedang lakukan penyelidikan dan pengejaran, meskipun mungkin di sini hanya tempat pembuangan saja,” kata Kompol Agung Raka.

(Basir)

Komentar